Perbedaan Warna Primer Cahaya Dan Cat

Lukisan Cat Air Lingkaran
gofreedownload

Saat di sekolah dulu saya diajari oleh guru kesenian saya mengenai warna primer, yaitu warna merah, kuning, dan biru. Pencampuran dua warna primer akan menghasilkan warna yang lain yang disebut warna sekunder. Semua warna dapat dihasilkan dari kombinasi ketiga warna primer tersebut. Ketiga warna tersebut jika digabungkan akan menghasilkan warna hitam. Dan melalui eksperimen pada pelajaran kesenian ternyata warna-warna lain dapat dihasilkan dengan mencampurkan cat dengan warna primer, seperti cat warna hijau (biru+kuning), orange (merah+kuning) dan lain-lain. 

Namun ternyata dikalangan para ilmuwan dan beberapa referensi (salah satunya yang masih saya ingat adalah pada komik detektif conan,,hehe) berbeda pendapat mengenai warna primer. Warna primer tersebut adalah merah, hijau, dan biru. Semua warna dapat dihasilkan dengan mengkombinasikan cahaya berwarna merah, hijau, dan biru. Ketiga warna tersebut jika digabungkan akan menghasilkan warna putih. 

Mengapa kedua kubu (seniman dan ilmuwan) memiliki pendapat yang berbeda? 
Lalu manakah yang benar? 
Mari kita ungkap kasus ini dengan pikiran yang tajam,, setajam silett…! 

Warna Cahaya dan Warna Cat

Warna merah, hijau, dan biru adalah warna primer untuk cahaya atau secara ringkasnya disebut warna primer cahaya. Ilmuwan yang berpegang pada cahaya mengatakan bahwa kita dapat membuat cahaya dengan warna apapun melalui penggabungan warna-warna cahaya merah, hijau, dan biru dengan berbagai intensitas.

Warna-warna primer yang berbasis cahaya ini disebut warna aditif karena kombinasi cahaya yang berbeda akan menghasilkan cahaya dengan warna yang lain melalui proses aditif atau penambahan pada cahaya itu sendiri (cahaya satu ditambah dengan cahaya yang lain). Contoh dari sistem aditif adalah layar monitor laptop, hp, dan televisi. Layar tersebut menghasilkan cahaya. Dan jika kita lihat lebih seksama, layar itu terdiri atas kotak-kotak kecil yang menghasilkan warna merah, hijau, dan biru, tapi karena ukurannya sangat kecil kadang kita tak menyadarinya. 


Di pihak lain, seniman yang berpegang pada cat nya mengatakan dapat mewarnai semua benda dengan mencampurkan cat warna primer merah, biru, dan kuning. Kita tahu bahwa benda (ataupun cat) dapat berwarna karena cahaya yang mengenainya sebagian diserap dan sebagian dipantulkan, cahaya yang dipantulkan itulah yang kita lihat sebagai warna benda (cat). 

Warna-warna primer yang berbasis pada cat ini disebut juga warna subtraktif karena hasil kombinasi warna cat ini menghasilkan warna baru melalui proses penyerapan cahaya. Berbagai campuran cat biru, kuning, dan merah mampu menyerap hampir semua warna (panjang gelombang) cahaya, (itu sebabnya campuran ketiga warna tersebut menghasilkan warna hitam), maka warna biru, kuning, dan merah dipandang sebagai warna primer untuk cat. 

Namun sebenarnya, warna tersebut bukanlah warna primer subtraktif yang sesungguhnya. Ketiga warna yang sungguh paling baik dalam menyerap warna biru, hijau, dan merah adalah warna kuning, merah keunguan yang disebut magenta, dan biru kehijauan yang disebut cyan. Dengan demikian, kuning, magenta, dan cyan adalah warna primer sutraktif sesungguhnya yang digunakan dalam membuat semua spektrum warna pada cat.


Mengapa hanya ada tiga warna primer?

Mata manusia bekerja berdasarkan prinsip aditif. Pada retina manusia terdapat tiga sel kerucut yang peka terhadap warna. Salah satu peka terhadap cahaya biru, yang lainnya peka terhadap cahaya hijau dan merah. Persepsi kita terhadap berbagai warna tergantung pada tingkat rangsangan relatif ketiga macam sel ini oleh cahaya yang masuk. Otak menjumlahkan semuanya untuk menghasilkan sensasi terhadap setiap warna. Dan mata kita hanya bereaksi terhadap rangsangan yang diterima oleh ketiga sel kerucut tadi, maka ketiga sel itulah yang kita perlukan untuk menghasilkan semua warna yang dapat dirasakan manusia. Dan itu pula sebabnya ada tiga dan hanya tiga warna primer cahaya. 

Walaupum demikian, setiap sel kerucut tidak hanya peka terhadap cahaya biru murni, hijau murni, dan merah murni. Masing-masing juga peka terhadap cahaya warna lain. Itu sebabnya kita dapat melihat cahaya warna kuning murni, walaupun kita tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap cahaya kuning. Cahaya kuning memberikan rangsangan (meskipun sedikit) yang cukup terhadap sel-sel hijau dan merah dan otak kita menerima kombinasi rangsangan terhadap sel hijau dan merah itu sebagai kuning. 

Jadi, manusia hanya mengenal tiga warna primer karena mata manusia hanya memiliki tiga jenis sel kerucut. Namun, berbeda dengan makhluk hidup lain (hewan) yang mungkin memiliki empat sel kerucut akan mengenal empat warna primer atau mungkin hewan yang mempunyai dua sel kerucut akan mengenal hanya dua warna primer.

Sekian, Semoga bermanfaat

Prinsip Dasar Lampu Pijar dan Lampu Halogen

Saat malam tiba, sumber penerangan yang umum pada saat sekarang adalah lampu. (dahulu nenek moyang kita menggunakan oncor atau ublik sebagai sumber penerangan malam hari). Lampu sekarang memiliki banyak jenis salah satunya yang paling familiar dan paling lama adalah lampu pijar. Sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun kita mengenal benda ajaib hasil temuan Thomas alfa Edison ini. Namun tahukah kita bagaimana lampu pijar ini dapat menyala ? lampu menyala karena susu pak ! (mungkin ini jawaban yang konyol yang pernah saya dengar dari iklan susu balita, dan kita tahu bukan itu jawabannya, hehe). Lampu menyala karena listrik pak ! benar tapi kurang spesifik, karena setrika juga menggunakan listrik tapi tidak menyala , atau solder pun juga begitu. lalu bagaimana prinsip kerja lampu pijar tersebut?


Panas dan Berpijar

Lampu pijar terdapat suatu kawat yang sangat tipis yang biasa disebut filament. Filament ini terbuat dari tungsten dan memiliki hambatan yang besar. Saat arus listrik mengalir electron electron  dalam rangkaian mengalir melalui filament ini. Karena hambatan filament ini besar maka electron tersebut bertumbukan atau juga bergesekan dengan atom-atom yang ada di dalam filament ini . karena bergesekan ini menyebabkan filemen menjadi panas (sama halnya jika kita menggesekkan tangan kita, maka akan terasa panas/ hangat). Jika suatu benda dipanaskan maka benda tersebut akan meradiasikan gelombang elektromagnetik, semakin panas benda tersebut gelombang elektromagnetik yang diradiasikan akan semakin pendek dan berada pada spectrum cahaya tampak. (seperti halnya jika seorang pandai besi sedang memanaskan besi, maka besi tersebut akan berubah menjadi merah atau memancarkan warna merah atau yang biasa orang menyebutnya berpijar) semakin panas suhu filament cahaya yang dipancarkan akan bergeser dari warna merah-kuning-hijau- biru – putih . pemanasan yang terjadi pada filament sangat tinggi sampai berpijar dan memancarkan cahaya kuning . tetapi sebenarnya hanya 10 sampai 12 persen energinya hanya dipancarkan sebagai cahaya tampak. Selebihnya dipancarkan sebagai cahaya inframerah yang tidak kasat mata dan lebih menyebabkan pemanasan.

lampu pijar
filamen yang berpijar menghasilkan cahaya 

Untuk mencegah oksidasi filament tersebut maka didalam bola lampu pijar diisikan gas lembam atau tidak reaktif (gas mulia ) seperti argon atau krypton. Denagn tambahan sediikit nitrogen. Gas-gas ini menjaga agar filamen tidak teroksidasi atau “terbakar habis” seperti ketika di udara bebas. Sebagian bola lampu kecil memecahkanmasalah ini dengan cara dihampakan.  

Filament Dari Tungsten

Filament adalah kumparan tipis kawat tungsten. Tungsten digunakan karena memiliki titik leleh paling tinggi dari semua logam (3400 derajat celcius) dan tetap kuat walaupun dipanaskan sampai suhu 3500 derajat celcius atau lebih. Selain itu tungsten juga memiliki tekanan uap paling rendah diantara semua logam, jadi menguap paling sedikit dibandingkan logam lain. (logam pun dapat menguapkan beberapa atomnya tetapi prosesnya lambat sekali sehingga tidak pernah kita sadari kecuali pada suhu yang sangat tinggi)
Ketika kawat tungsten dipanaskan maka kawat ini akan menguap cukup cepat dan mengakibatkan kawat menjadi tipis. Kaarena proses penguapan yang terus menerus kawat tungsten ini kan putus dan lampu menjadi padam. Sebelum lampu padam kadang kita dapat mengetahui sisa-sisa penguapan tungsten dari lapisan gelap yang megotori bagian dalam kaca. Lapisan ini adalah hasil pengembunan uap tungsten karena bagian kaca lebih dingin. Lapisan ini juga yang menyebabkan lampu pijar tidak seterang biasanya.

Bagaimana Dengan Lampu Halogen?

lampu halogen
lampu halogen 

Lampu halogen sebenarnya adalah variasi atau penyempurnaan dari lampu pijar. Lampu ini juga lampu pijar dan menggunakan filament dari tungsten juga. Tetapi lampu ini dapat menyala lebih terang dari lampu pijar biasa. Lampu ini dapat berumur dua kali lebih panjang dari bola lampu pijar biasa. Hal ini dikarenakan gas yan diisikan dalam lampu halogen berbeda dengan lampu pijar. Gas yang diisikan pada lampu halogen adalah gas iodium atau brom. Dua gas yang orang kimia bilang tergolong unsur halogen, makanya lampu ini disebut lampu halogen.

Siklus yang berulang

Tugas halogen dalam lampu pijar adalah menurunkan laju peguapan tungsten dengan cara yang menarik sekali. Mula-mula uap iodium akan bereksi dengan atom-atom yang menguap sebelum mereka mengembun di permukaan kaca, reaksi tersebut menghasilkan tungsten iodide, senyawa kimia berwujud gas. Molekul tungsten iodide tersebut melayang-layang di dalam lampu sampai bertemu kembali dengan filament yangsedang berpijar. Temperature yang tinggi membuat senyawa tersebut terurai kembali menjadi uap iodium dan tungsten logam yang langsung menyatu kembali dengan filamen. Iodium yang dilepaskan dalam proses penguraian ini selanjutnya bebas untuk bereaksi dengan atom-atom tungsten, maka siklus ini berlanjut, dengan atom iodium terus menangkap atom tungsten yang menguap dan mengembalikan mereka ke filament. Proses daur ulang ini kurang lebih dapat menggandakan masa hidup filament sehingga umur lampu lebih lama.

 Proses halogen memungkinkan lampu dioperasikan pada suhu lebih tinggi tanpa pelapukan filament yang berlebihan sehigga menghasilkan cahaya lebih terang, lebih puth. Namun suhu didalam dinding bola lampu harus lebih tinggi (diatas 250 derajat celcius)  agar atom-atom tungsten tidak langsung mengembun. Oleh karena itu bola lamu halogen terbuat dari kuarsa Yang tahan terhadap temperature jauh lebih tinggi daripada kaca biasa. Bentuknyapun seperti tabung dan dindingnya pun tidak jauh dari filament supaya tetap panas . 

BUKU BEDAH SKL UN SMA/MA 2017

Halo teman2 semua :D
Maaf sudah lama sekali pakgurufisika tidak mengupdate blog ini. Tentunya karena kesibukan yang lain yang membuat kami kesulitan mengisi konten blog. 
Di kesempatan kali ini, Pakgurufisika akan berbagi info yang menarik, khususnya bagi adik2 kelas 12 SMA/MA. Apa itu? 

UN 2017 memang masih lumayan lama. Tapi persiapan sejak sekarang tentunya lebih baik bagi kalian semua. Nah, pakgurufisika punya tawaran menarik ni. 
Pakgurufisika merekomendasikan BUKU BEDAH SKL UN SMA/MA IPA. 
Buku ini sangat reccomendded banget deh buat kalian siswa kelas 12 SMA/MA untuk mempersiapkan Materi UN.
Didalamnya ada Ringkasan Materi yang sesuai Kisi-kisi UN tahun 2017, yang meliputi Mata Pelajaran MATEMATIKA, BAHASA INDONESIA, BAHASA INGGRIS, FISIKA, KIMIA, dan BIOLOGI.

Di dalamnya juga terdapat contoh Latihan soal dilengkapi pembahasannya. Latihan soal. Dan prediksi UN 2017 TERAKURAT.

Eh, ada juga banyak bonusnya. 
Ada aplikasi androidnya, Aplikasi untuk CD nya dan lainnya..

LENGKAP DAN TOP BANGET DEH.
Begini nih penampakan bukunya

Nah, jika ada yang berminat membeli. Silakan kirim pesan ke Fanspage Pakgurufisika (FB) atau hub: no 085728823244 (WA). 
TENTUNYA KALIAN AKAN MENDAPATKAN DISKON HARGA YANG MENARIK (lebih murah daripada kalian membeli di Toko buku)..
Tanya2 Contact kami ya
Terimakasih

INFO BUKU:
Penulis : Master Tentor Indonesia
ISBN : 978-602-317-277-1
Tahun Terbit : 2016
Ukuran : 19 cm x 26 cm
Warna : BW
Kertas Cover : Art Cartoon 260 gr
Kertas Isi : Book Paper 55 gr
JIlid : Binding
Jumlah Halaman : 1048:D

UPDATE: STOK DI PAKGURUFISIKA HABIS, SILAKAN BELI DI TOKO BUKU TERDEKAT DI KOTA ANDA. TERIMAKASIH