Mengenal Plasma, Fase Materi Ke empat Setelah Fase Padat,Cair,Gas

Konsep tentang Plasma pertama kali dikemukakan oleh Langmuir dan Tonks pada tahun 1928. Langmuir dan Tonks (1928: 147) mendefinisikan plasma sebagai gas yang terionisasi dalam lucutan listrik, jadi plasma dapat juga didefinisikan sebagai percampuran kuasinetral dari elektron, radikal, ion positif dan negatif. 

Percampuran antara ion-ion yang bermuatan positif dengan elektron-elektron yang bermuatan negatif memiliki sifat-sifat yang sangat berbeda dengan gas pada umumnya dan materi pada fase tersebut disebut fase plasma. Secara sederhana Plasma didefinisikan sebagai gas terionisasi dan dikenal sebagai fase materi ke empat setelah fase padat, cair, dan fase gas.

Menurut Chen (2002: 72) menyatakan, “Plasma merupakan daerah reaksi tumbukan elektron yang sangat signifikan untuk terjadi. Plasma dapat terjadi ketika temperatur atau energi suatu gas dinaikkan sehingga memungkinkan atom-atom gas terionisasi akan membuat gas tersebut melepaskan elektron yang pada keadaan normal mengelilingi inti”.

Gambar. Ilustrasi Fase Plasma

Ilustrasi yang dipaparkan gambar diatas menunjukkan bahwa urutan pembentukan plasma bisa dimulai dari fase padat, Sebagai contoh dalam ilustrasi, jika es (H2O pada fase padat) mendapatkan energi, maka akan mencair berubah menjadi air (H2O pada fase cair) di atas 0 0C sampai dengan suhu 100 0C

Jika air diberi energi, maka akan berubah menjadi uap air (molekul H2O pada fase gas) di mana suhu yang memungkinkan di atas 100C. Pemberian energi terus menerus akan memecah molekul H2menjadi H2 dan O2 hingga akan terionisasi menjadi ion – ion positif dan elektron yang pada keadaan tertentu dan ruang tertentu (microspace) terjadi keseimbangan antara ion dan elektron (ikatan atom lepas). Pada keadaan tersebut disebut plasma, melalui logika urutan materi pada Gambar diatas, plasma selalu disebut dengan “Materi fase ke Empat” setelah padat, cair, dan gas.

Bentuk plasma panas merupakan partikel bermuatan yang bergerak bebas pada ruang tertentu. Gambar dibawah mengilustrasikan suatu molekul pada fase gas (gambar kiri) dan partikel bermuatan yang bergerak bebas, ditunjukkan dengan anak panah, pada fase plasma (gambar kanan). Pemberian energi (temperatur yang sangat tinggi) secara terus menerus pada molekul ketika berada pada fase gas mengakibatkan energi ikat antara elektron dengan inti tersebut hilang. Molekul berubah menjadi partikel-partikel bermuatan yang bergerak bebas. Gerak bebas tersebut disebabkan oleh suhu yang sangat tinggi sehingga mempengaruhi energi kinetik partikel.

Gambar Ilustrasi Perbedaan Materi Fase Gas dengan
     Fase Plasma untuk Atom Hidrogen
(Sumber: Muhammad Nur, 2011: 113)

Penggolongan juga didasarkan pada perbedaan temperatur pembentuk zat. Gambar dibawah ini menunjukkan berbagai jenis reaksi plasma di mana reaksi pada Reaktor Fusi Magnetik memiliki Densitas Plasma orde 1015 muatan/mdan memiliki Temperatur pada orde 10­­8 Kelvin.

Gambar Ilustrasi Jenis Reaksi Plasma

Pada reaksi fusi termonuklir, jenis plasma yang digunakan adalah Plasma Panas. Plasma jenis tersebut memiliki temperatur di atas 106 K. Muhammad Nur (2011: 114) menyatakan,“Plasma panas terjadi dalam keadaan kesetimbangan termal (thermal equilibrium) di mana distribusi energi elektron dan molekul gas mendekati sama, karena frekuensi tumbukan antara elektron dan molekul gas lebih besar”. 

Dengan memberikan energi secara terus-menerus pada sebuah ionisasi gas dalam ruang tertutup mengakibatkan proses ionisasi semakin sering dan banyak terjadi, sehingga terjadi pelipatan elektronik. Ion–ion yang dihasilkan dapat dikendalikan oleh medan magnetsehingga plasma yang mempunyai suhu tinggi tidak akan menyentuh dinding pada ruang reaksi.

Sekian, Semoga Bermanfaat

Smart Solution Matematika "MATRIKS"

Fisika dan Matematika adalah dua Mata Pelajaran yang sering menjadi momok bagi mayoritas pelajar, baik Pelajar SD, SMP maupun SMA. Sudah banyak survey yang dilakukan berbagai pihak menggenai mata pelajaran apa yang paling tidak disukai/sulit ,dan hasilnya selalu Matematika dan Fisika yang menjadi Mata pelajaran paling tidak disukai.

apa kalian juga salah satu orang yang kurang menyukai matematika dan fisika ??
alasannya apa coba ??
Banyak faktor yang menyebabkan matematika dan fisika dirasa sulit, baik faktor yang disebabkan oleh siswanya, gurunya maupun lingkungannya,

Pada kesempatan kali ini, kami ndak mau membahas tentang polemik tersebut, namun kami berusaha memberi sedikit solusi dengan berbagi Smart solution/ cara cerdas/cara cepat mengerjakan soal matematika pada materi MATRIKS. harapan kami dengan adanya Smart solution tersebut dapat membantu kalian semua dalam memahami Matematika, terutama Materi tentang MATRIKS
contoh soal dan pembahasan Matriks , silahkan lihat pada tampilan dibawah ini !




Dan jika kalian Ingin mengunduh File lengkapnya ( PDF), kalian bisa mendownload filenya pada link yang kami sediakan dibawah ini, download;

Sekian, Semoga bermanfaat

Warna - Warni Api, Bukti Keindahan Fisika

ADA ASAP, ADA API

Tentunya peribahasa diatas sudah cukup familiar bagi kita, munculnya asap merupakan pertanda adanya Api. Nah, pertanyaannya , benarkah setiap kita menyalakan api (ada Api), akan selalu dibarengi dengan munculnya Asap ??

Hmm,,, Jika sudah ada yang tahu, simpanlah jawaban kalian terlebih dahulu, marilah kita sedikit mengulas tentang Api dan Jenisnya.
Api merupakan Elemen penting yang tak lepas dari kehidupan kita sehari-hari , sama halnya dengan air ,udara dan tanah. Banyak sekali fungsi dan manfaat Api yang sudah kita rasakan setiap harinya, salah satunya adalah saat kita memasak makanan. 

Saat kalian memasak makanan dengan menggunakan kompor Gas, coba kalian amati warna Api yang muncul, umumnya warna api yang muncul adalah api berwarna biru. Bandingkan dengan Api yang muncul saat kalian menggunakan korek api, atau saat kalian membakar kayu untuk Api unggun !! 
Apakah warna Api yang muncul berwarna sama ??

Tentunya tidak, umumnya Api yang muncul dari korek api atau kayu api unggun yang terbakar berwarna Orange kekuningan.
Nah, kenapa warna Api tersebut berbeda-beda ??  terus warna Api itu menunjukan apa ??


Jika kita pernah belajar Kimia dasar maupun Fisika saat SMA , tentunya kalian ingat Jika Api terjadi dari reaksi pembakaran senyawa yang mengandung Unsur Oksigen (O2). Jika suatu reaksi pembakaran kekurangan unsur oksigen (O2) maka Efisiensi pembakaran akan berkurang yang mengakibatkan munculnya Asap atau jelaga ( Asap merupakan contoh senyawa karbon ), jadi dalam reaksi pembakaran membutuhkan unsur Oksigen ( O2). Lilin yang yang mati, ketika ditutup Gelas merupakan salah satu contoh reaksi pembakaran yang kekurangan oksigen.

Reaksi pembakaran merupakan reaksi oksidasi, yaitu reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi ,artinya dalam reaksi pembakaran selalu melepaskan elektron. Ketika suatu reaksi melepaskan elektron, maka terjadi pelepasan energi, Hal tersebut terbukti dengan nilai entalpi energi reaksi pembakaran yang selalu negative (Entalpi energi adalah jumlah energi dalam suatu sistem dengan tekanan tetap).

Warna api ada berbagai macam, antara lain api warna merah api warna biru, api warna putih dan api warna hitam (transparan). warna api berbeda beda dipengaruhi oleh Faktor suhu (faktor fisika) dan zat yang mengalami reaksi pembakaran (Faktor kimia).

API MERAH
Api merah umumnya bersuhu < 1000oC , Api jenis ini sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, api yang berwarna orange kekuningan mempunyai suhu diatas Api merah dibawah Api Biru, kita akan menjumpainya saat kita menyalakan korek, maupun membakar kayu saat membat api unggun. 

API BIRU
Api biru memiliki suhu diatas Api merah, namun suhunya masih < 2000oC. Api jenis ini akan kita jumpai saat kita memasak dengan kompor gas

API PUTIH
Api putih memiliki Suhu > 2000oC. Api jenis ini bisa kita temukan pada industry-industri yang memproduksi material baja, besi dan Sejenisnya, selain itu api ini juga terdaat dalam inti matahari.

API HITAM
Merupakan Api yang paling panas, konon api hitam merupakan api yang tedapat dalam neraka. Saat kalian menyalakan lilin, coba amati pada bagian pangkal api. pada bagian pangkal api tersebut terlihat warna Api nyaris tranparan, Api tersebut merupakan Api hitam, karena warna hitam pada spektrum gelombang cahaya didefinisikan sebagai kondisi ketiadaan cahaya, hal tersebutlah yang menyebabkan api tampak transparan.

nah, pertanyaannya , Mengapa Api merah Suhunya paling rendah, dan Api biru lebih panas ??
Hal tersebut ada kaitannya dengan Hukum Pergeseran Wien, dimana Panjang Gelombang berbanding terbalik dengan Suhu Benda. 
Seperti kita ketahui Spektrum Gelombang Warna merah Memiliki panjang gelombang lebih tinggi dibandingkan dengan Warna Biru, maka Api Merah Suhunya lebih rendah daripada Api Biru, dan seterusnya.
Terkait dengan panjang Gelombang Spektrum Cahaya Tampak, bisa kalian lihat pada tabel dibawa h ini !!

Gambar Panjang Gelombang Cahaya Tampak

Warna api juga dipengaruhi oleh Faktor Kimia (zat yang mengalami reaksi pembakaran). Contohnya, Pada pembakaran sodium akan menghasilkan Api berwarna orange, Pada pembakaran stronsium klorida mengahasilkan Api berwarna merah, pada pembakaran kalium nitrat menghasilkan Api berwarna ungu, dan pada pembakaran tembaga menghasilkan api berwarna biru.

Bagaimana , paham kan mengapa warna-warni api beragam ?
Terus kalian tentu sudah bisa menjawab pertanyaan tentang Asap dan Api kan ??

Sekian, semoga bermanfaat

Referensi :
Fisika itu mudah, Yohannes surya
Sains.me
Serway, jilid 1 dan 2

Smart Solution Matematika "Logaritma"

Fisika dan Matematika adalah dua Mata Pelajaran yang sering menjadi momok bagi mayoritas pelajar, baik Pelajar SD, SMP maupun SMA. Sudah banyak survey yang dilakukan berbagai pihak menggenai mata pelajaran apa yang paling tidak disukai/sulit ,dan hasilnya selalu Matematika dan Fisika yang menjadi Mata pelajaran paling tidak disukai.

apa kalian juga salah satu orang yang kurang menyukai matematika dan fisika ??
alasannya apa coba ??
Banyak faktor yang menyebabkan matematika dan fisika dirasa sulit, baik faktor yang disebabkan oleh siswanya, gurunya maupun lingkungannya,


Pada kesempatan kali ini, kami ndak mau membahas tentang polemik tersebut, namun kami berusaha memberi sedikit solusi dengan berbagi Smart solution/ cara cerdas/cara cepat mengerjakan soal matematika pada materi Logaritma. harapan kami dengan adanya Smart solution tersebut dapat membantu kalian semua dalam memahami Matematika, terutama Materi tentang Logaritma.
contoh soal dan pembahasan Logaritma , silahkan lihat pada tampilan dibawah ini !

1. Dari Sistem  Persamaan 5Log X +5Log Y = 5 dan 5Log X3 - 5Log Y4 = 1, nilai x + y adalah ...
A.  50
B. 75
C. 100
D. 150
E. 200

Pembahasan :
5Log X +5Log Y = 5  ------------>  3 5Log X +3 5Log Y = 15
5Log X3 - 5Log Y4 = 1  --------->  3 5Log X – 4 5Log Y = 1

5log y = 2    --------->   y = 52 = 25
5Log X +5Log Y = 5

5Log X + 2 = 5  ----->  5Log X = 3 ----->X = 53 = 125
Jadi X + Y = 125 + 25 = 150

Untuk contoh soal Dan Pembahasannya bisa kalian lihat pada tampilan dibawah ini !



Dan jika kalian Ingin mengunduh File lengkapnya ( PDF), kalian bisa mendownload filenya pada link yang kami sediakan dibawah ini, download;

Sekian, Semoga bermanfaat

Eksperimen Fisika "Ayunan Balistik"

Kegiatan praktikum selalu dilakukan kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan pengumpulan informasi, dengan melakukan pengumpulan dapat diperoleh besarnya suatu besaran, dan juga diperoleh bukti yang kuantitatif. Namun dalam pengamatan suatu gejala pada umumnya belum lengkap jika belum memberikan informasi yang kuantitatif, sehingga untuk memperoleh informasi tersebut memerlukan pengukuran suatu sifat fisis, (Sumber: Soejoto dan Sustini 1983 : 1). 

Dari pengukuran itu diperoleh berbagai sumber diolah dan disintesiskan menjadi sebuah model atau teori suatu gejala alam. Agar berguna teori-teori harus menerangkan semua peristiwa alam yang dikenal waktu itu, bahkan harus dapat meramalkan berbagai hal baru yang benar tidaknya dibuktikan dengan percobaan dan pengukuran baru (Sumber: Djonoputro, 1984 : 1).

Jika pada kesempatan sebelumnya, saya membagikan Makalah Eksperimen Fisika "Pembuatan Alat Praktikum Modulus Puntir"nah dikesempatan kali ini saya akan berbagi Makalah Pembuatan Alat Praktikum Ayunan Balistik.

Rancangan Alat Praktikum Ayunan Balistik tersebut dan makalah yang akan saya bagikan bukan merupakan karya pribadi saya, namun merupakan salah satu karya mahasiswa Pendidikan Fisika UNS, nama dan angkatan silahkan lihat pada tampilan makalah dibawah
Tampilan Alat Praktikum Ayunan Balistik  bisa kalian lihat digambar dibawah ini !!



Untuk Alat dan bahan Pembuatan alat praktikum Ayunan Balistik ini,  relatif mudah didapatkan dan harganya relatif murah ! 
untuk lebih lengkapnya silahkan lihat pada BAB III Makalah Pembuatan Alat Praktikum Ayunan Balistik yang tampilannya bisa kalian lihat dibawah ini !!



Dan jika kalian ingin mengunduh File makalah Pembuatan alat Praktikum Ayunan Balistik, bisa kalian Download  Via Google Drive atau Via Solidfiles

Sekian, semoga bermanfaat
Kritik, masukan dan saran bisa ditulis dikolom komentar

Smart Solution Matematika "PERTIDAKSAMAAN"

Fisika dan Matematika adalah dua Mata Pelajaran yang sering menjadi momok bagi mayoritas pelajar, baik Pelajar SD, SMP maupun SMA. Sudah banyak survey yang dilakukan berbagai pihak mengenai mata pelajaran apa yang paling tidak disukai/sulit ,dan hasilnya selalu Matematika dan Fisika yang menjadi Mata pelajaran paling tidak disukai.

apa kalian juga salah satu orang yang kurang menyukai matematika dan fisika ??
alasannya apa coba ??
Banyak faktor yang menyebabkan matematika dan fisika dirasa sulit, baik faktor yang disebabkan oleh siswanya, gurunya maupun lingkungannya.



Pada kesempatan kali ini, kami ndak mau membahas tentang polemik tersebut, namun kami berusaha memberi sedikit solusi dengan berbagi Smart solution/ cara cerdas/cara cepat mengerjakan soal matematika pada materi PERTIDAKSAMAAN. Harapan kami dengan adanya Smart solution tersebut dapat membantu kalian semua dalam memahami Matematika, terutama Materi tentang PERTIDAKSAMAAN.

contoh soal dan pembahasan PERTIDAKSAMAAN silahkan kalian lihat pada tampilan dibawah ini !



Dan jika kalian Ingin mengunduh File lengkapnya ( PDF), kalian bisa mendownload filenya pada link yang kami sediakan dibawah ini, download;

Sekian, Semoga bermanfaat

Smart Solution Matematika Persamaan Kuadrat

Fisika dan Matematika adalah dua Mata Pelajaran yang sering menjadi momok bagi mayoritas pelajar, baik Pelajar SD, SMP maupun SMA. Sudah banyak survey yang dilakukan berbagai pihak menggenai mata pelajaran apa yang paling tidak disukai/sulit ,dan hasilnya selalu Matematika dan Fisika yang menjadi Mata pelajaran paling tidak disukai.

apa kalian juga salah satu orang yang kurang menyukai matematika dan fisika ??
alasannya apa coba ??
Banyak faktor yang menyebabkan matematika dan fisika dirasa sulit, baik faktor yang disebabkan oleh siswanya, gurunya maupun lingkungannya,


nah, pada kesempatan kali ini, kami ndak mau membahas tentang polemik tersebut, namun kami berusaha memberi sedikit solusi dengan berbagi Smart solution/ cara cerdas/cara cepat mengerjakan soal matematika pada materi Persamaan Kuadrat. harapan kami dengan adanya Smart solutiontersebut dapat membantu kalian semua dalam memahami Matematika, terutama Materi tentang Persamaaan Kuadrat.

Contoh Smart solution penyelesaian soal persamaan kuadrat dapat kalian lihat pada tampilan dibawah ini !



File Smart Solution Matematika Pada Materi Persamaan Kuadrat dapat kalian download

Nb : Didalam file PDF tersebut terdapat 31 Soal , yang disertai pembahasan menggunakan Cara Biasa maupun mengguakan Cara Cepat / Smart Solution
Smart Solution untuk materi lain , akan segera kami Update

Sekian, Semoga bermanfaat

Tanya Soal Matematika dan Fisika

Tanya Soal Matematika dan Fisika
Teman-teman, kalian dapat bertanya soal matematika dan Fisika untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada halaman ini. 
Untuk Respon atau jawaban dari Pakgurufisika akan  kami proses selambat-lambatnya 2 x 24 jam.
Dan jika ada format pertanyaannya yang tidak bisa dikirim melalui kolom komentar, silakan hubungi kami melalui Email: K2310088@gmail.com atau Via WA di 085728823244

Kami akan dengan senang hati membantu teman-teman yang menghadapi kesulitan dalam mengerjakan soal fisika dan matematika.

Selama ada kemauan dan usaha pantang menyerah. Matematika dan Fisika pasti terasa mudah


Bagaimana Menentukan Jarak Bayangan (Maya) Ke Cermin ?

Cermin mungkin benda yang pasti kita lihat setiap hari, maksudnya bayangan pada cerminnya yang kita lihat. Saat berangkat sekolah, berangkat kerja, mungkin mau mencari makan di angkringan pun akan bercermin dulu. Apakah sudah ganteng /cantik maksimal atau belum,, hehe. 

Dengan cermin kita dapat melihat bagian yang sulit untuk dilihat oleh mata kita secara langsung. Cermin juga ada beberapa jenis, antara lain cermin datar, cekung, dan cembung, penggunaannya pun berbeda-beda. Penamaan cermin tersebut berdasarkan bentuk permukaan cerminnya.

anak sedang bercermin dengan cermin datar

Saat bercermin dengan cermin datar kita dapat melihat bayangan kita dimana letak bayangan seakan-akan di belakang cermin datar. Tentu saja saat kita mencari bayangan itu dibelakang cermin kita tidak menemukannya, karena bayangan tersebut adalah bayangan maya. Berbeda dengan bayangan nyata, seperti pada proyektor/LCD bayangan dari proyektor akan dapat ditangkap oleh layar putih. Jika ingin menentukan jarak bayangan nyata tinggal mengukur dengan mistar berapa jaraknya terhadap layar. 

Tetapi bagaimana dengan bayangan yang bersifat maya?
Apakah menggunakan mistar juga? 
Lalu mistarnya apa bisa dimasukkan kedalam cermin? 

Tidak hanya cermin datar saja yang dapat menghasilkan bayangan maya, cermin cekung dan cembung juga dapat menghasilkan bayangan maya, Lensa cembung juga dapat menghasilkan bayangan maya. Secara matematis perhitungan jarak bayangan dapat diketahui dengan persamaan

hubungan antara jarak fokus, bayangan dan benda

Namun bagaimana menentukan jarak bayangan melalui  percobaan ?

jarak pohon terhadap tiang listrik berbeda saat saat dilihat dari sudut yang berbeda

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan jarak bayangan maya adalah metode paralaks. Paralaks adalah berubahnya posisi benda di depan kita terhadap latar disebabkan pengamat yang berubah posisinya. Paralaks yang sering kita lihat adalah saat naik sepeda di jalan, tiang listrik yang didekat kita akan nampak bergerak terhadap pohon yang letaknya jauh dibelakang tiang tersebut, Sebenarnya pohon juga Nampak bergerak, tetapi lebih lambat. 

Semakin jauh letak benda terhadap pengamat maka gerak juga semakin lambat. Mula-mula yang dilihat dari jalan, tiang dan pohon Nampak dekat atau hampir sejajar lama kelamaan tiang akan bergerak menjauhi pohon. 
Bagaimana jika tiang dan pohon letaknya sama atau keduanya jaraknya sama dengan pengamat? 

Tentu saja tiang dan pohon akan bergerak dengan kecepatan yang sama, dan jarak antara tiang dan pohon tidak akan berubah walaupun dilihat dari sudut pandang manapun di sepanjang jalan.

Prinsip yang sama juga digunakan untuk menentukan jarak bayangan maya terhadap cermin. 
Untuk menentukan jarak bayangan benda dibelakang cermin (bayangan maya) letakkan benda atau jari anda di belakang cermin !
Lihatlah dengan mata kanan anda dan perhatikan jarak antar bayangan dengan jari anda, kemudian ganti lihatlah dengan mata kiri anda apakah jarak antara bayangan dengan jari anda berubah atau tetap !
Jika masih berubah maka geserlah jari anda agar saat melihat dengan mata kanan dan mata kiri jarak keduanya sudah tetap atau tidak berubah. 

Sama seperti kasus paralaks tiang dan pohon, karena jarak keduanya tetap dilihat dari kanan dan kiri (menggunakan mata kanan dan kiri) maka jarak beyangan ke cermin sama dengan jarak jari anda ke cermin. Untuk mengukur jarak bayangan di belakang lensa juga sama, dapat dilakaukan dengan metode paralaks tersebut. Dengan begini anda dapat dengan mudah mengukur jaraknya menggunakan mistar, yaitu dengan mengukur jarak jari anda ke cermin atau lensa.

Sekian, semoga bermanfaat

Referensi : Serway, Jewet. 2004. Physics For Scientific And Enginers With Modern Physics 6th Edition.USA: Cengage Learning

Eksperimen Fisika " Media Pembelajaran pada Materi Hukum Gravitasi Newton"

Selamat pagi semuanya, di pagi yang cerah ini Pakgurufisika akan berbagi Makalah Eksperimen Fisika yang berjudul PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MEMANFAATKAN  ADOBE FLASH CS 6 PADA MATERI GRAVITASI NEWTON. 

Makalah pembuatan media pembelajaran ini merupakan makalah yang disusun oleh mahasiswa FKIP UNS, Wisnhu Yunizal PP. Pembuatan Media pembelajaran ini menggunakan Software Adobe Flash CS 6 dan beberapa bantuan software lainnya ( Corel, Paint,Office dll).

Di Era modern saat ini, dimana Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang begitu pesat, maka Sarana dan Prasarana yang menunjang proses kegiatan belajar-mengajar pun juga semakin banyak, sudah banyak ide, inovasi dan terobosan yang bermunculan, Media Pembelajaran adalah salah satunya.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) baik fisik maupun non-fisik, sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar.

Media pembelajaran mempunyai banyak sekali manfaaat dalam kegiatan pembelajaran. 
Manfaat Media Pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran menurut Arsyad (2011: 26-27) sebagai berikut:


  1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses hasil belajar.
  2. Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya dan memungkinkan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 
  3. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu. 
  4. Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat dan lingkungan misalnya karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang Secara umum 
Jenis Media Pembelajaran pun banyak, Menurut Leshin, Pollock & Reigeluth (1992) mengklasifikasikan media ke dalam lima kelompok, yaitu: 

  1. Media berbasis guru manusia (guru, instruktur, tutor, kegiatan kelompok, field-trip).
  2. Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan (workbook), alat bantu kerja .
  3. Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparasi, slide).
  4. Media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi)
  5. Media berbasis komputer (penyajian dengan bantuan computer) (Arsyad, 2010).
Nah, media pembelajaran hasil Karya Wisnhu Yunizal PP yang akan saya bagikan kali ini adalah Media berbasis Komputer, jadi dalam penyajiannya menggunakan komputer/laptop dan LCD jika untuk presentasi.

Harapan kami, dengan Media yang kami bagikan ini dapat membatu banyak pihak, bagi siswa dapat membantu memahami materi, bagi guru dapat membantu dalam kegiatan Mengajar dan bagi Mahasiswa dapat digunakan sebagai Referensi apabila ingin membuat Media Pembelajaran Sejenis.

Untuk Makalah "Pembuatan Media Pembelajaran Mengunakan Adobe Flash CS 6 Pada Hukum Gravitasi Newton" bisa kalian download/unduh di tautan atau link yang sudah kami sediakan diakhir postingan ini. Didalam makalah tersebut terdapat 5 Bab, yang berisi Latar belakang, Rumusan masalah , Tinjauan pustaka, Kerangaka Berpikir, Hipotesis, Langkah-langkah pembuatan Media dll.
berikut tampilan screenshot media pembelajaran tersebut.






Untuk Makalah Pembuatan Media Pembelajaran memamfaatkan Adobe Flash CS 6 pada Materi Hukum Gravitasi Newton bisa kalian Unduh atau download Disini

dan untuk File Media Pembelajarannya (Format.swf) bisa kalian Unduh Disini atau Disini

Tambahan :
kalian juga bisa mengunduh File Lampiran analisis Angket Materi Disini dan Angket Media Disini.

Sekian, Semoga Bermanfaat bagi kalian Semua

jangan lupa Follow/Like halaman pakgurufisika, Suwun Poll

Penjaga Pantai Dan Fisika (Aplikasi Hukum Snellius)

Siapa yang menyangka bahwa menjadi seorang Penjaga pantai juga harus mengaplikasikan Ilmu dan Konsep Fisika dalam pekerjaannya. 

Penjaga pantai harus mampu menolong orang atau pengunjung yang tenggelam di lautan karena terseret ombak. Dalam melaksanakan tugasnya sudah pasti Penjaga pantai haruslah orang yang ahli dalam berenang, berbadan kuat (seperti Larry si penjaga pantai dalam kartun spongebob, hehe) dan selalu siap siaga.

Penyelamatan seseorang harus dilakukan secepat mungkin karena nyawa taruhannya, karenanya ada faktor lain yang perlu diperhitungkan dalam penyelamatan oleh penjaga pantai selain kecepatan berenang, karena hal ini juga mempengaruhi waktu yang digunakan untuk menolong korban.

penjaga pantai yang mengawasi keadaan pantai

Penjaga pantai yang berlari di daratan kemudian berpindah masuk ke dalam laut untuk berenang menuju korban memiliki kasus yang sama dengan saat cahaya yang merambat di udara kemudian masuk kedalam medium kaca. 

Saat cahaya merambat di udara dan penjaga pantai berlari di daratan akan memiliki kelajuan yang lebih besar daripada saat cahaya merambat pada medium kaca atau saat penjaga pantai berenang di lautan, keduanya sama-sama mengalami penurunan kelajuan. 

Pada cahaya Indeks bias bahan adalah perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa dengan kecepatan cahaya pada medium tersebut. Maka sama halnya dengan penjaga pantai, “indeks bias” nya adalah Perbandingan kelajuan berlari di darat dengan kelajuan berenang di lautan

Menurut Azaz fermat (Azaz fermat merupakan “nenek moyang” dari hukum optik geometris, bahkan hukum snellius juga dapat diturunkan dari azaz fermat) bahwa "lintasan sinar cahaya yang merambat dari titik A ke titik B adalah sedemkian rupa sehingga waktu yang dibutuhkannya minimum" ( lihat gambar dibawah !). Maka dapat diketahui bahwa lintasan sinar adalah lintasan dengan waktu tempuh paling minimum atau paling cepat.

Untuk cahaya yang merambat pada medium yang sama lintasannya adalah lurus agar waktu tempunya minimum, namum saat cahaya memasuki medium yang berbeda lintasan cahaya ternyata tidak lurus dan hal ini dijelaskan pada hukum snellius. Walaupun lintasan cahaya tidak lurus, sesuai dengan azaz fermat, tapi lintasan cahaya yang demikianlah yang memiliki waktu tempuh paling minimum, bukan lintasan yang lurus. Dimana sudut biasnya ditentukan oleh indeks bias bahan, sesuai dengan hukum snellius
hubungan indeks bias dengan sudut bias
Sama halnya dengan lintasan cahaya yang melewati medium. Lintasan penjaga pantai harus sesuai dengan “hukum snellius” untuk mendapatkan selang waktu penyelamatan yang paling cepat. Dimana indeks biasnya dicari dengan membandingkan kecepatan berlari pada daratan dengan kecepatan berenang di dalam air.


beberapa lintasan dari titik A ke titik B

Seorang Penjaga pantai harus menentukan dimana ia harus masuk ke air untuk menolong seorang perenang yang sedang berada dalam bahaya. Jika ia memasuki air secara langsung (dengan kata lain pada sudut i yang sangat kecil ) pada lintasan 1 maka ia menghabiskan terlalu sedikit waktu untuk berlari dan terlalu banyak waktu untuk berenang. 
Lintasan penjaga pantai dari titik A ke titik B akan memiliki nilai minimum pada lintasan 3, lintasan 3 memiliki nilai sudut datang yang lebih besar dari sudut bias. Hal ini karena kecepatan perenang di laut lebih lambat dibanding kecepatan saat berlari di pasir. Sama halnya ketika cahaya yang memasuki kaca, maka sinar biasnya akan mendekati garis normal.

Sekian, Semoga bermanfaat
daan menambah kecintaan kalian dengan Ilmu Fisika 

Cara Mengukur Jarak Bumi-Bulan

Bumi memiliki satu satelit alami yang disebut bulan, Bulan mengitari bumi dengan periode 29 hari 12 jam 44 menit dan 3 detik atau yang disebut dengan Bulan Sinodik. Perputaran bulan mengelilingi bumi ini sangat berguna sekali bagi kebutuhan manusia di bumi, yaitu dapat digunakan untuk penanggalan atau kalender. Melalui revolusi bulan mengelilingi bumi terjadilah apa yang disebut dengan Fase-fase bulan, mulai dari bulan sabit, setengah penuh, purnama, sampai bulan mati. dahulu orang menggunakan fase bulan ini untuk menentukan waktu kalender bahkan sampai sekarang.

ilustrasi pengukuran jarak bumi ke bulan dengan mistar

Bulan memiliki diameter sekitar ¼ kali diameter Bumi, massanya 1/81 kali massa bumi, gravitasi 1/6 kali gravitasi bumi dan kerapatan bulan hampir sama dengan kerapatan bumi, yaitu sekitar 3/5 kali kerapatan bumi. 

Bulan dapat diamati dari bumi karena jaraknya lebih dekat daripada jarak planet atau bintang-bintang yang lain. Kalau kita mengamati saat bulan purnama bulan memiliki bagian yang terang (terdiri atas bukit-bukit yang tinggi) dan bagian yang gelap (bagian yang lebih rendah). Bagian yang gelap ini disebut dengan “maria” (sekumpulan air),karena pada zaman dahulu orang mengira di bulan terdapat laut. 

Walaupun memang jarak bulan ke bumi lebih dekat ketimbang jarak benda langit lainnya, namun bagaimanakah cara menentukan/mengukur jarak bumi ke bulan?

Tentu, untuk mengukur jarak bumu-bulan kita tidak bisa melakukannya dengan pengukuran langsung, melainkan dengan menggunakan pengukuran tak langsung.
coba kalian baca terlebih dahulu artikel yang membahas Cara Mengukur Massa Bumi
Sama halnya dengan cara mengukur Massa bumi, cara mengukur Jarak Bumi-bulan menggunakan pengukuran tak langsung. ada beberapa Metode untuk menentukan Jarak Bumi sampai Ke bulan, antara lain, 

1. Metode Hipparchus
Pengukuran Jarak bumi-bulan telah dilakukan sejak 130 SM oleh Hipparchus (astronomi, matematikawan dari Yunani). Hipparchus mengukur jarak bumi bulan pada saat gerhana bulan. Saat terjadi gerhana bulan Hipparchus mengukur lama waktu bulan mulai menghilang sampai muncul kembali.

pengukuran jarak bumi ke bulan oleh hipparchus dengan memanfaatkan gerhana bulan

Karena bulan berputar mengelilingi bumi, bulan akan bergerak dari titik A ke titik B, pengamat di bumi akan melihat bulan di titik A separuh penuh kemudian lama-kelamaan bulan akan menuju bayangan umbra dan akan mulai menghilang, setelah beberapa jam bulan akan muncul kembali.

Di titik B pengamat di bumi juga akan melihat bulan nampak Separuh penuh, karena bulan mengitari bumi satu putaran atau 360o atau 2π radian selama satu bulan, maka sudut AOB dapat diketahui dengan menghitung lama waktu bulan dari A ke B . 

Hipparchus juga menghitung bahwa sudut AOB sama dengan 2,5α , dimana α adalah sudut antara PCR yang menurut pengukurannya sebesar 0,553 = 0,00965 rad. Maka  jarak bulan bumi dapat dicari dengan memperhatikan gambar di atas.

Dengan mengetahui jari-jari bumi , maka jarak bumi-bulan dapat ditentukan. Dengan memasukkan α sebesar 0,00965 maka ia memperoleh jarak bumi-bulan sebesar 3,77 x 108 m. hasil ini cukup baik. Perhitungan modern mendapatkan hasil sebesar 3,84 x 108 m.

2. Metode Segitiga

pengukuran jarak ke bulan dengan metode segitiga

Cara lain untuk menentukan jarak bumi-bulan adalah menggunakan trigonometri sederhana. 
Pada saat yang sama bulan di ukur dari dua tempat yang berbeda dengan jarak yang jauh. Dari titik A orang mengukur sudut depresi antara dia dengan bulan, pada waktu yang sama di titik B oraang juga menukur sudut depresi antara dia dengan bulan. Hal ini akan lebih mudah dilakukan saat bulan hampir berada di atas kedua orang tersebut. Maka sudut AOB dapat diketahui. Jika sudut AOB sudah diketahui maka jarak bumi bulan dapat dicari D = AB X α, dimana α adalah sudut AOB dalam satuan radian. (catatan: dalam pengkuran ini jari-jari bumi dan jari-jari bulan diabaikan)

3. Metode laser

pemantulan sinar laser dari bulan ke bumi untuk menentukan jarak bulan dan bumi


Metode ini adalah metode yang paling modern, praktis, akurat dan sederhana. Prinsip dari metode ini adalah pemantulan gelombang. Dengan meletakkan retroreflektor di bulan yang dilakukan oleh tim Apollo 11, maka sinar laser yang ditembakkan dari bumi dapat dipantulkan kembali ke bumi. 
Dengan menghitung waktu bolak-balik sinar laser yang ditembakkan ke bulan, jarak bumi bulan dapat dihitung D = c t/2 , dimana c adalah kecepatan cahaya di ruang hampa yaitu sebesar 299792458 m/s dan t adalah selang waktu saat laser ditembakkan sampai kembali lagi ke bumi.dengan metode ini didapat hasil dengan nilai ketidakpastian hanya 15 cm. 

Sekian, Semoga Bermanfaat

Referensi : Yohanes Surya . Olimpiade Fisika