Rabu, 30 September 2015

Bulan Sinodik Dan Siderik

Bulan sebagai satelit alami bumi selalu setia mengikuti dan berevolusi mengelilingi bumi. Sebagai benda angkasa yang periode revolusinya dapat dikatakan selalu tetap maka bulan dapat digunakan sebagai penanda waktu atau kalender.

Dalam mengelilingi bumi, orbit bulan berbentuk elips dengan panjang sumbu semi-mayornya 384.400 km dengan Eksentrisitas 0,055. Karena orbit bulan berbentuk elips, maka jarak bumi-bulan akan berbeda-beda.
Jarak terdekat bumi-bulan disebut dengan Perigee adalah sekitar 356.400 km yang diukur dari pusat bumi ke pusat bulan. Sedangkan jarak terjauh bumi-bulan yang disebut dengan Apogee adalah sekitar 406.700 km. orbit bullan juga miring sebesar 5o terhadap bidang ekliptika.

sabit, kuartir, benjol, purnama

Bulan dalam periode revolusinya mengelilingi bumi, dikenal dua istilah yaitu Periode Siderik atau Bulan Siderik dan Periode Sinodik atau Bulan Sinodik. Apa dan bagaimana perbedaan keduanya?

Bulan Siderik adalah selang waktu bulan untuk mengelilingi bumi tepat satu putaran atau 360o. untuk mengetahui perputaran sebesar 360o maka perlu titik acuan yang dianggap tetap atau tidak bergerak, titik acuan yang digunakan adalah bintang yang sangat jauh. Periode siderik sekitar 27 1/3 hari atau lebih tepatnya 27,322 hari.

Sedangkan Bulan Sinodik adalah periode bulan berdasarkan fase-fase bulan, yaitu mulai dari bulan baru sampai bulan baru berikutnya. Fase bulan adalah bentuk bulan yang berbeda-beda (sabit, kuartir, benjol, purnama) yang dilihat oleh pengamat di bumi. Bulan tampak bersinar karena memantulkan cahaya matahari. 

Setengah bagian bulan yang menghadap ke matahari akan terang dan sebaliknya, Setengah bagian yang membelakangi matahari akan gelap. Akan tetapi fase bulan yang terlihat dari bumi bergantung pada kedudukan relatif matahari, bulan, dan bumi. Karena bumi sebagai tempat pengamat juga berevolusi mengelilingi matahari, maka bulan harus berevolusi lebih dari satu putaran untuk dapat membentuk fase bulan dari bulan baru sampai bulan baru berikutnya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini !!

revolusi bulan-bumi

Ketika bumi berada pada kedudukan E1 dan bulan berada pada kedudukan M1, matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus dimana bulan berada di antara bumi dan matahari, kedudukan ini disebut dengan Konjungsi

Bagian bulan yang menghadap bumi tampak gelap, fase ini disebut dengan Bulan baru. Saat bumi berevolusi dan sampai pada kedudukan E2 bulan juga telah berevolusi mengelilingi bumi sebesar satu putaran penuh (360o) dalam selang waktu 27 1/3 hari pada kedudukan M2, Periode 27 1/3 hari inilah yang disebut dengan Bulan Siderik, namun karena kedudukan bumi telah berpindah, pengamat di bumi melihat bulan belum pada fase bulan baru berikutnya. 

Untuk mencapai fase bulan baru, bulan harus berevolusi lagi dengan sudut sebesar θ agar tiba di kedudukan M3 yaitu ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis dan bulan mengalami fase bulan baru. Selang waktu dari fase bulan baru sampai bulan baru berikutnya memerlukan waktu 29 ½ hari, Periode 29 ½ hari inilah yang disebut dengan Bulan Sinodik.

Sekian, Semoga Bermanfaat

Senin, 28 September 2015

Cara Mengukur Keliling dan Jari-Jari Bumi

Bumi tempat kita hidup merupakan salah satu planet di tata surya yang termasuk planet Terestrian yaitu  planet yang memiliki ciri-ciri berukuran tidak terlalu besar daripada planet Jovian (yaitu planet Jupiter, saturnus, Uranus, dan Neptunus). Bumi terdiri dari banyak bebatuan sehingga massa jenisnya lebih besar daripada planet jovian yang banyak terdiri atas gas.

Walaupun termasuk planet yang berukuran tidak terlalu besar tetapi bumi memiliki jari-jari yang sangat besar yaitu sekitar 6400 km. Pengukuran jari-jari bumi ini ternyata sudah dilakukan oleh orang yunani kuno. pernahkah anda memperkirakan bagaimana orang zaman dahulu yang belum mempunyai peralatan canggih dapat menentukan keliling, bahkan jari-jari bumi?


Pada tahun 225 SM seorang matematikawan yang tinggal di  mesir yang bernama Erathostenes (276 SM-194 SM) melakukan perhitungan keliling bumi dengan metode yang sederhana.

Pada tanggal tertentu (21 juni) yang merupakan titik balik matahari, diketahui bahwa di Kota Syene (sebuah kota di Mesir, sekarang bernama Aswan) matahari tepat berada di atas kota tersebut, yang ditandai dengan apabila diletakkan tongkat yang tegak lurus terhadap bumi maka tongkat tersebut tidak memiliki bayangan, begitu juga dengan benda-benda lain seperti tugu dan bangunan lainnya. 

Pada waktu yang sama (tanggal 21 juni) di Aleksandria yang berjarak 800 km dari syene, Erathostenes mengukur bayangan tongkat yang berdiri tegak. Ternyata bayangan tongkat di Aleksandria membentuk sudut 7,2o. Karena jarak matahari sangat jauh dan berukuran lebih besar dibanding bumi maka dapat diasumsikan sinar matahari yang datang ke bumi adalah sejajar. Sehingga sudut yang dibentuk tongkat dengan bayangannya adalah sama dengan sudut pada pusat bumi yang dibentuk oleh dua titik yaitu kota syene dan Aleksandria.



Dengan menganggap bumi sebagai bola sempurna, maka keliling bumi dapat dihitung. Jika panjang tali busur pada juring lingkarang yang membentuk sudut 7,2o adalah 800 km, maka keliling lingkaran dihitung

Dan besarnya jari-jari bumi


Hasil ini sangat dekat dengan jari-jari bumi yang kita ketahui sekarang, yaitu 6375 km. yaitu hanya selisih beberapa kilometer saja. 

Pengukuran yang cukup luar biasa untuk orang zaman dahulu. Kita tahu bahwa pengukuran tersebut tidak langsung menggunakan alat ukur panjang, namun menggunakan pengukuran  tidak langsung, menggunakan metode matematika. hal ini membuktikan bahwa peradaban mesir dan yunani sudah maju. 

Sekian, semoga bermanfaat

Referensi : Yohanes Surya. Olimpiade fisika .

Minggu, 27 September 2015

Seminar Fisika "Pengaruh Gaya Coriolis terhadap Ketepatan Tembakan Jarak jauh"

Pada bulan Maret 2002, Rob Furlong yang merupakan salah satu anggota sniper (penembak jitu) yang berpartisipasi dalam Operasi Anaconda di Lembah Shah-i-Kot Afghanistan sebagai anggota dari Batalyon ke-3 Princess Patricia’s Canadian Light Infantry. Di lembah tesebut, Furlong menembak mati salah satu tentara dari sebuah kelompok yang terdiri dari tiga pejuang Taliban dan al-Qaeda yang sedang bergerak ke arah gunung. Tembakan pertamanya gagal dan disusul tembakan kedua yang cuma membentur ransel di punggung target. Pada tembakan ketiga inilah, target berhasil dibunuhnya pada jarak 2.430 meter dengan kecepatan peluru yang mencapai 823 m/dtk.


Sniper adalah seorang penembak jitu yang terlatih yang bertugas untuk menembak atau membunuh lawan secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan api runduk. Mereka bekerja dalam satu tim, biasanya berjumlah minimal dua orang. Tim ini biasanya beroperasi sendiri atau independen, berpisah dari satu pasukan dengan bekal yang secukupnya dari unit pusat. Penembak jitu ini merupakan prajurit terpilih yang telah diseleksi kemudian dilatih secara khusus. Mereka memiliki dengan semboyan yang terkenal yaitu "One Shot, One Kill" (Satu Tembakan, Satu Terbunuh). Penembak jitu juga diberi keahlian lain dengan dilatih untuk berkamuflase, menguasai lapangan, menyusup, mengintai dan mengamati. Sniper sangat efektif untuk diikutsertakan dalam medan perang di perkotaan dengan gedung-gedung tinggi maupun di hutan rimba.

Target dari sniper adalah kapten dan penghubung dari suatu tim pihak musuh. Bila kedua posisi tersebut sudah tumbang, maka strategi musuh tidak akan berjalan sesuai dengan rencana. Dan sniper akan lebih mudah untuk memporak-porandakan daerah musuh karena penghubung dari musuh sudah tumbang dan tidak dapat memanggil bala bantuan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh sniper, antara lain kelembaban, ketinggian, temperatur, gelombang angin, efek Coriolis dan putaran bumi, yang semua itu dapat mempengaruhi kinerja sniper dalam melaksanakan tugasnya. 

Efek Coriolis dapat terjadi karena adanya Gaya Coriolis. Gaya Coriolis adalah gaya semu yang disebabkan oleh rotasi bumi terhadap setiap benda bergerak yang menyebabkan timbulnya kenampakan seolah-olah terdapat gaya yang bekerja terhadap benda tersebut, nama tersebut diambil berdasarkan dari nama ahli matematika yaitu Perancis G.G de Coriolis (1792-1843), yang pertama kali memperhitungkannya secara kuantitatif (Neiburger, 1995).

Perputaran bumi ke arah timur berlawanan dengan putaran jarum jam jika kita memandang ke bawah di atas Kutub Utara, dan searah dengan jarum jam jika kita memandang ke bawah di atas Kutub Selatan. Karena hal tersebut, sehingga menghasilkan sebuah aturan sebagai berikut : Gaya Coriolis bekerja ke arah kanan di belahan Bumi Utara, dan ke arah kiri di belahan Bumi Selatan.

Pengaruh Gaya Coriolis Terhadap Ketepatan Tembakan Jarak Jauh.

Rotasi bumi juga memberikan tenaga penggerak pada kejadian penembakan jarak jauh yang disebut dengan efek Coriolis. Tenaga ini menyebabkan sistem siklonik untuk menggerakkan ke arah kutub bumi. Arah peluru di belahan bumi utara dibelokkan ke arah kutub utara dan arah peluru di belahan bumi selatan apabila tidak ada sistem tekanan tinggi menetralkan energi Coriolis. 

Dalam gerakan udara besar-besaran, pengaruh perputaran bumi merupakan faktor yang menonjol, dan angin biasanya mendekati kecepatan tertentu yang gaya Coriolis dan gaya gradien-tekanan horisontalnya berada dalam keadaan setimbang. Kecepatan ini disebut kecepatan angin geostrofik. 

Untuk memperkirakan secara kuantitatif besarnya pengaruh Coriolis, kita harus menggunakan beberapa hubungan fisika tambahan. Pertama-tama di antaranya ialah kecepatan sudut, yang tak lain adalah laju putar suatu badai yang berputar. Laju ini adalah sudut yang ditempuh oleh badan yang berputar dalam satuan waktu, dan dapat dinyatakan dalam derajat per detik. Tetapi untuk memudahkan dalam perhitungan, biasanya dinyatakan dalam radian per detik, dengan satu radian adalah 1/2π dari suatu lingkaran penuh (  radian =360o ).


Pembelokan yang serupa atau gaya semu ini terjadi ke arah manapun peluru itu bergerak. Jika peluru diarahkan sejajar dengan garis lintang (selain khatulistiwa), pembelokan juga akan berarah ke kanan di Belahan Bumi Utara dan ke kiri di Belahan Bumi Selatan.

Untuk Penjelasan lebih lengkap tentang Pengaruh Gaya Coriolis terhadap Ketepatan Tembakan Jarak jauh bisa kalian lihat dalam Makalah Seminar Fisika yang disusun Oleh Mahasiswa Fisika FKIP UNS, Ardika Agung Prihantoro. Makalah tersebut akan membahas tentang Pengertian gaya Coriolis, Sistem Koordinat Berputar,dan Pengaruh Gaya Coriolis terhadap tembakan Jarak jauh.

Untuk Makalah Seminar Fisika tersebut ( Format .PDF ) bisa kalian Unduh

Sekian, Semoga bermanfaat

Sabtu, 26 September 2015

Eksperimen Fisika "Pembuatan Alat Peraga Hubungan Roda-Roda (GMB)"

Alat peraga termasuk dalam media pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar dalam pembelajaran. Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. 

Association for Education and Communication Technology (AECT) mengartikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education Association (NEA) mengartikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. 

Menurut Arsyad, "Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Sedangkan, pengertian alat peraga adalah alat bantu yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien" (Nana Sudjana, 2000:110).

Dikesempatan kali ini Pakgurufisika akan berbagi Panduan Pembuatan Alat Peraga Fisika Hubungan Roda-Roda pada Materi Gerak Melingkar Beraturan (GMB). 
Masih ingatkan dengan Materi GMB ??

Gerak Melingkar adalah Gerak yang lintasannya berupa Lingkaran. contohnya ada banyak , antara lain Gerak kipas angin, Gerak compact disk, komedi putar, gerak kincir angin dan lain-lain. Disebut Gerak melingkar Beraturan apabila Kecepatan/lajunya konstan. pembahasan Tentang Persamaan / rumus-rumus yang digunakan dalam gerak melingkar beraturan ( Kecepatan sudut, Percepatan Sentripental dll), silahkan dibaca di postingan ini .

nah, dalam postingan ini saya akan sedikit mengulas materi Hubungan Roda-roda pada Gerak Melingkar.

Gambar. Alat Peraga Hubungan Roda-roda

Gerak melingkar dapat dipindahkan dari sebuah benda berbentuk lingkaran ke benda lain yang juga berbentuk lingkaran, misalnya antara gir dengan roda pada sepeda, gir pada mesin-mesin kendaraan bermotor, dan sebagainya. Hubungan roda-roda pada gerak melingkar dapat berupa sistem langsung yaitu dengan memakai roda-roda gigi atau roda-roda gesek, atau sistem tak langsung, yaitu dengan memakai streng/rantai/pita (Sumarsono, 2009: 65).



Gambar.Hubungan roda-roda, (a) Sistem Langsung, dan (b) Sistem Tak Langsung.

Pada Gambar diatas menunjukkan roda I berputar atau bergerak melingkar beraturan hingga roda II mengikutinya bergerak melingkar beraturan. Hubungan roda-roda pada gerak melingkar, baik memakai sistem langsung atau tak langsung, kecepatan linier (v) roda tersebut baik roda I dan II adalah sama, tetapi kecepatan sudutnya (ω) berlainan. Dengan demikian dapat dirumuskan sebagai berikut:
dengan
v1 = laju linier roda I (m/s), 
v2 = laju linier roda II (m/s),
ω1= kecepatan sudut roda I (rad/s), 
ω2= kecepatan sudut roda II (rad/s), 
RI = jari-jari lintasan roda I (m), dan
R2 = jari-jari lintasan roda II (m) (Sumarsono, 2009: 65).
Selain kedua perpindahan gerak melingkar di atas ada perpindahan gerak melingkar lain yaitu perpindahan gerak satu poros.
Gambar. Perpindahan Gerak Satu Poros

Kedua roda memiliki periode (T) dan frekuensi (f) sama, yaitu T1 = T2 dan f1 = f2. Dengan demikian, kedua roda mempunyai kecepatan anguler sama, yaitu ω1 = ω2. Dari rumus itu tampak bahwa laju liniernya berbanding lurus dengan jari-jarinya (Widodo, 2009: 50).

Dalam pembuatan Alat Peraga ini, Memerlukan Beberapa Alat dan bahan, Apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan ??
bagaimana Langkah-langkah Pembuatan Alat tersebut ??
Bagaimana Prossedur Menggunakan Alat tersebut , dan bagaimana Teknik analisis datanya ??

Jawaban Pertanyaan-pertanyaan diatas bisa kalian temukan dalam Makalah Pembuatan Alat Peraga Hubungan Roda-Roda (GMB) yang disusun oleh Dwi Eta D , Mahasiswa FKIP UNS. 

Kalian dapat Mengunduh/mendownload File Makalah Tersebut (PDF) pada Link Download yang kami Sediakan Dibawah ( Akhir Postingan Ini ) .
Untuk Melihat Tampilan makalahnya , silahkan Lihat pada Review makalah dibawah ini



dan kalian Dapat mengunduh File Makalahnya Disini

Sekian, Semoga Bermanfaat

Eksperimen Fisika "Media Pembelajaran pada Materi Listrik dinamis"

Selamat siang semuanya, disabtu pagi yang cerah ini Pakgurufisika akan berbagi Makalah Eksperimen Fisika yang berjudul PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MEMANFAATKAN  ADOBE FLASH CS 6 PADA MATERI LISTRIK DINAMIS  UNTUK SISWA SMA KELAS X. 

Makalah pembuatan media pembelajaran ini merupakan makalah yang disusun oleh mahasiswa FKIP UNS, Istiqomah Nur hidayah. Pembuatan Media pembelajaran ini menggunakan Software Adobe Flash CS 6 dan beberapa bantuan software lainnya ( Corel, Paint,Office dll).
Di Era modern saat ini, dimana Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang begitu pesat, maka Sarana dan Prasarana yang menunjang proses kegiatan belajar-mengajar pun juga semakin banyak, sudah banyak ide, inovasi dan terobosan yang bermunculan, Media Pembelajaran adalah salah satunya.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) baik fisik maupun non-fisik, sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar.

Media pembelajaran mempunyai banyak sekali manfaaat dalam kegiatan pembelajaran. 


Manfaat Media Pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran menurut Arsyad (2011: 26-27) sebagai berikut:

1.Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses hasil belajar. 

2.Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya dan memungkinkan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 

3.Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu. 

4.Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat dan lingkungan misalnya karyawisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang Secara umum 

Jenis Media Pembelajaran pun banyak, Menurut Leshin, Pollock & Reigeluth (1992) mengklasifikasikan media ke dalam lima kelompok, yaitu: 

1. Media berbasis guru manusia (guru, instruktur, tutor, kegiatan kelompok, field-trip). 
2. Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan (workbook), alat bantu kerja .
3. Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparasi, slide).
4. Media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi). 
5. Media berbasis komputer (penyajian dengan bantuan computer) (Arsyad, 2010).

Nah, media pembelajaran hasil Karya Istiqomah nur hidayah yang akan saya bagikan kali ini adalah Media berbasis Komputer, jadi dalam penyajiannya menggunakan komputer/laptop dan LCD jika untuk presentasi.

Harapan kami, dengan Media yang kami bagikan ini dapat membatu banyak pihak, bagi siswa dapat membantu memahami materi, bagi guru dapat membantu dalam kegiatan Mengajar dan bagi Mahasiswa dapat digunakan sebagai Referensi apabila ingin membuat Media Pembelajaran Sejenis.

Untuk Makalah "Pembuatan Media Pembelajaran Mengunakan Adobe Flash CS 6 Pada Materi Listrik Dinamis" bisa kalian download/unduh di tautan atau link yang sudah kami sediakan diakhir postingan ini.
Didalam makalah tersesbut terdapat 5 Bab, yang berisi latar belakang, Rumusan masalah , Tinjauan pustaka, Kerangaka Berpikir, Hipotesis, Langkah-langkah pembuatan Media dll.

Silahkan lihat beberapa Screenshoot tampilan medianya pada gambar dibawah ini;






Untuk Makalah Pembuatan Media Pembelajaran memamfaatkan Adobe Flash CS 6 pada Materi Listrik Dinamis bisa kalian Unduh atau download Disini

dan untuk File Media Pembelajarannya (Format.swf) bisa kalian Unduh Disini atau Disini

Tambahan :
kalian juga bisa mengunduh File lampiran kisi-kisi Soal evaluasi ( Soal yang ada didala media tersebut) Disini, File Lampiran analisis Angket Validator Disini dan Angket Validator Disini.

Sekian, Semoga Bermanfaat bagi kalian Semua

jangan lupa Follow/Like halaman pakgurufisika, Suwun Poll

Jumat, 25 September 2015

Seminar Fisika "Aplikasi Graphene untuk Lithium Ion Battery"

Sebagai sumber energi tentunya kehadiran Baterai mempunyai fungsi vital bagi beberapa alat elektronik. Baterai adalah suatu sel elektrokimia yang mengubah dari energi kimia menjadi energi listrik. Salah satu jenis baterai yang saat ini berkembang adalah Lithium-Ion Battery atau baterai lithium-ion.


Lithium-Ion Battery atau baterai lithium-ion merupakan salah satu jenis baterai sumber arus sekunder yang dapat diisi ulang. Pada saat ini, Lithium-Ion Battery menjadi baterai yang sangat dibutuhkan antara lain untuk kebutuhan energi listrik pada telepon seluler (ponsel), mp3 player dan lain-lain. Selain itu, saat ini Lithium-Ion Battery sangat dibutuhkan khususnya untuk kendaraan yang sumber energinya dari energi listrik (electric vehicle). Lithium-Ion Battery ini memiliki daya yang tinggi serta bobot yang ringan dan dapat digunakan berkali-kali sehingga banyak digunakan oleh para produsen sebagai sumber tenaga alat elektroniknya.

nah, pada kesempata kali ini saya akan membahas dan berbagi makalah Aplikasi Graphen untuk Litium Ion Battery,

ada yang tau Graphene itu sebenarnya apa ?? mari Kita tengok sejarah penemuannya terlebih dahulu

Pada tahun 1789 Abraham Gottlob Werner, seorang ilmuwan menamakan suatu material yang disebut dengan grafit. Grafit merupakan salah satu jenis material yang tersusun dari atom karbon yang strukturnya membentuk 3 dimensi (3D). Material ini dapat kita jumpai di kehidupan sehari-hari, yaitu isi pensil. Ketika kita menulis, maka grafit akan membentuk tulisan dan juga terdapat serpihan-serpihan. Jika serpihan grafit tersebut kita tekan dengan selotip maka akan ada suatu jenis material yang lebih sederhana, yang disebut dengan graphene. Graphene ini ternyata merupakan partikel penyusun grafit, dengan permisalan tumpukan-tumpukan kertas membentuk sebuah buku, dengan graphene sebagai kertas dan grafit sebagai bukunya. Percobaan sederhana ini dilakukan pada tahun 2004 oleh dua orang ilmuwan dari Manchester, Inggris yaitu Novoselov dan Andre Geim.

Morfologi Graphene
Graphene merupakan material karbon dalam bentuk monolayer dasar atom dalam bentuk 2 dimensi yang membentuk pola hexagonal seperti sarang lebah dengan susunannya berupa lembaran dengan ketebalan sebesar satu atom karbon.

Material graphene (Castro Netro, 2009)

Jenis ikatan yang terdapat pada graphene adalah jenis ikatan dengan hibridisasi sp2 seperti ikatan yang dimiliki oleh benzene. Jarak antar atom karbon pada satu ikatan antar karbon pada graphene tersebut adalah 0,142 nanometer. Sedangkan untuk membuat suatu grafit, jarak antar lembar graphene-nya adalah 0,335 nanometer. 

Lembaran graphene dapat membentuk 0 dimensi (0D) yaitu fullerene, 1 dimensi (1D) yaitu carbon nanotube (CNT), 2 dimensi (2D) yaitu lembaran graphene itu sendiri, dan 3 dimensi (3D) yaitu grafit (Fadli Rohman, 2012:96).
Gambar. Graphene sebagai material penyusun bentuk alotrop karbon lainnya

Penjelasan Lebih lengkap tentang Graphene meliputi Metode Sintesis Graphene, Sifat Graphene, dan Kaitannya dengan Lithium Ion Battery dan Lithium Ion Battery, bagian dan Penyusunnya bisa kalian baca Pada Lampiran makalah yang bisa kalian unduh pada link yang kami sediakan di bwah postingan ini.

Makalah Aplikasi Graphene untuk Lithium Ion Battery adalah Makalah karya mahasiswa FKIP Fisika UNS, Istiqomah Nur Hidayah
Untuk Tampilan Filenya silahkan lihat pada tampialn dibawah ini


atau jika kalian ingin mengunduh file makalah dalam format .Pdf, silahkan download Disini

Sekian, Semoga Bermanfaat

Mengapa Suara saat Malam hari Terdengar Lebih jelas daripada saat Siang hari ?


Diantara kalian, apakah ada yang rumahnya agak jauh dari jalan raya/stasiun ??

Jika ada, Pernahkan kalian merasakan jika pada malam hari suara kendaraan yang lalu lalang dijalan raya atau kereta api terdengar oleh telinga kalian, padahal pada siang hari kita tidak dapat mendengarnya ??

atau jika kalian tinggal di desa, suara adzan isya dari masjid yang jaraknya lumayan jauh dari rumahmu akan terdengar dengan lebih jelas daripada adzan Dhuhur maupun Ashar.

Iya kan ??

Kok bisa ya suara-suara tersebut terdengar lebih jelas pada malam hari, Kira-kira apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi ?

Salah satu penyebab Fenomena tersebut terjadi dikarenakan umumya saat malam hari suasana lebih tenang daripada siang hari. Pada siang hari banyak suara yang dihasilkan disekitar kita karena memang pada waktu tersebut manusia sedang sibuk-sibuknya beraktivitas. Suara kendaraan, suara manusia, suara alat elektronik dan suara-suara lain yang ada didekat kita akan membuat telinga kita mengabaikan suara-suara yang sumbernya jauh.

Hmmm,,,begitu ya, Benar juga kok, ada yang tahu alasan lainnya ??

Fenomena Suara pada malam hari terdengar lebih jelas daripada siang hari ternyata Ilmu Fisika dapat menjelaskannya lho,

Wihhh,,,keren, memang apa sih yang menyebabkan Fenomena tersebut ?

Suara adalah nama lain dari Bunyi, dalam ilmu Fisika Bunyi adalah salah satu contoh jenis Gelombang Longitudinal. Gelombang Longitudinal adalah Gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah Getarnya dan dalam Perambatannya, jenis gelombang ini memerlukan Medium untuk merambat, yaitu Udara.

Masih ingatkan dengan materi Gelombang diatas, jika lupa , ayo baca Buku IPA / Fisikanya lagi, 

Karena Suara/atau bunyi merupakan gelombang, maka bunyi juga dapat mengalami Pemantulan (Refleksi), Pembiasan (Refraksi), Dipadukan (Interferensi), Pelenturan (Defraksi) dan Polarisasi. Nah, hal yang menyebabkan Fenomena diatas erat kaitannya dengan salah satu sifat Gelombang diatas, yaitu Pembiasan ( Refraksi).

Kalian sudah tahukan , jika Gelombang bunyi/suara akan merambat lebih cepat di medium (udara) yang suhunya panas, dan akan melambat jika merambat melalui udara yang dingin. Nah saat Bunyi/suara merambat dari udara panas menuju udara dingin dan sebaliknya maka Gelombang suara/bunyi tersebut akan mengalami Pembiasan.

Pada saat siang hari, suhu udara diatmosfer bumi lebih panas daripada suhu udara dipermukaan bumi. Akibatnya gelombang suara yang menuju kearah bumi akan dibiaskan menuju Arah Atmosfer bumi (Menjauh dari telinga kita).

Namun sebaliknya, pada Malam hari suhu udara diatmosfer bumi lebih dingin daripada suhu udara dipermukaan bumi, hal tersebut menyebabkan gelombang suara/bunyi yang mengarah ke atmosfer akan dibiaskan menuju pemukaan bumi ( Mendekati telinga kita), maka suara yang didengar oleh telinga kitapun akan terdengar lebih jelas jika dibandingkan dengan suara yang kita dengar saat siang hari.


Semoga penjelasan kami diatas , dapat menjawab permasalahan diatas
Jika ada pertanyaan/ masukan, silahkan tulis dikolom komentar.

Sekian , semoga bermanfaat

Selasa, 22 September 2015

Eksperimen Fisika " Pembuatan Alat Praktikum Gaya Sentripental"

Kegiatan praktikum selalu dilakukan kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan pengumpulan informasi, dengan melakukan pengumpulan dapat diperoleh besarnya suatu besaran, dan juga diperoleh bukti yang kuantitatif. Namun dalam pengamatan suatu gejala pada umumnya belum lengkap jika belum memberikan informasi yang kuantitatif, sehingga untuk memperoleh informasi tersebut memerlukan pengukuran suatu sifat fisis, (Sumber: Soejoto dan Sustini 1983 : 1). 

Dari pengukuran itu diperoleh berbagai sumber diolah dan disintesiskan menjadi sebuah model atau teori suatu gejala alam. Agar berguna teori-teori harus menerangkan semua peristiwa alam yang dikenal waktu itu, bahkan harus dapat meramalkan berbagai hal baru yang benar tidaknya dibuktikan dengan percobaan dan pengukuran baru (Sumber: Djonoputro, 1984 : 1).

Jika pada kesempatan sebelumnya, saya membagikan Makalah Eksperimen Fisika "Pembuatan Alat Praktikum Modulus Puntir", nah dikesempatan kali ini saya akan berbagi Makalah Pembuatan Alat Praktikum Gaya Sentripental.

Alat Praktikum Gaya Senripental tersebut dan makalah yang akan saya bagikan bukan merupakan karya pribadi saya, namun merupakan salah satu karya mahasiswa Pendidikan Fisika UNS, nama dan angkatan silahkan lihat pada tampilan makalah dibawah
Alat Praktikum Gaya sentripental bisa kalian lihat digambar dibawah ini !!


Untuk Alat dan bahan Pembuatan alat praktikum gaya sentripental relatif mudah didapatkan dan harganya relatif murah ! untuk lebih lengkapnya silahkan lihat pada BAB III Makalah Pembuatan Alat Praktikum Gaya Sentripental yang tampilannya bisa kalian lihat dibawah ini !!


 jika kalian ingin mengunduh file makalah tersebut, silahkan download Disini

Sekian , Semoga bermanfaat

Tikus dan Fisika ( Penerapan Prinsip Bernoulli)

Tikus merupakan salah satu hewan pengerat yang sering dianggap musuh bagi manusia. Mereka biasanya berkeliaran diberbagai tempat yang sering kita jumpai, mulai dari lingkungan rumah, kebun, sawah maupun perkantoran. Tikus merupakan omnivora (pemakan segalanya), mereka suka memakan apa saja , mulai dari daging, sayuran, dan bermacam makanan lainnya, bahkan di era modern sekarang, Tikus pun suka makan Uang, apalagi uang rakyat :D

Bagi petani, tikus merupakan ancaman, karena pada kenyataannya memang tikus merupakan hama. Tikus sering memakan /merusak tanaman padi, kacang, jagung dan tanaman lainnya yang ditanam oeh para petani, akibatnya hasil panen petani pun berkurang.
benarkah Tikus sejahat itu ?? 
namun kenapa dikartun tikus digambarkan sebagai sosok yang lucu dan baik hati ,seperti sosok jerry, tikus dalam kartun TOM and JERRY  ?

Nah,,,dibalik banyak hal negatif/kerusakan yang disebabkan olehnya, ternyata masih ada hal yang dapat kita pelajari dari tikus, terutama saat tikus membuat lubang sarang ditanah. 
Emang apa yang dapat kita pelajari ??

Hmm…sabar, lanjutkan aja membaca artikel ini sampai selesai.

Jika kalian pernah belajar Fisika, baik saat kalian SMP maupun SMA tentunya kalian pernah mendengar beberapa Hukum Fisika. Hukum Tentang gerak dan gaya “Hukum Newton”, Hukum kekekalan energi, hukum Gauss, Hukum Termodinamika , Hukum Bernoulli dan beberapa hukum fisika lainnya. 

Hukum Bernoulli merupakan salah satu hukum dalam ilmu fisika yang Prinsipnya sudah banyak diaplikasikan dalam kehidupan sekitar kita, antara lain efek venturi, tabung pitot, cerobong asap dan yang paling familiar bagi kita tentunya aplikasinya pada sayap pesawat terbang. Mengenai Prinsip Bernoulli pada pesawat terbang bisa kalian membacanya pada artikel kami tentang Prinsip fisika pada Pesawat Terbang.

Nah, sebelum membahas penerapan Prinsip Bernoulli yang digunakan si tikus, mari sejenak kita nostalgia dengan Hukum Bernoulli.
Gambar. Kekekalan energi pada aliran fluida

Jika kita membahas tentang hukum Bernoulli berarti kita membahas hubungan antara kecepatan aliran fluida (Fluida dinamis), ketinggian, dan tekanan menggunakan konsep usaha dan Energi, jadi jika hukum Bernoulli masi berhubungan dengan konsep Usaha dan hukum kekekalan energi, (lihat gambar diatas).

Persamaan diatas merupakan persamaan Bernoulli. Persamaan tersebut didapatkan dengan menurunkan Usaha dan Energi yang bekerja pada aliran fluida, penjelasan lengkapnya bagaimana persamaan tersebut diperoleh,bisa kalian lihat lagi dibuku Fisika kalian, atau lihat pada lampiran disini.

Seperti penjelasan sebelumnya diatas, banyak aplikasi prinsip Bernoulli pada kehidupan sekitar kita, nah pada artikel ini kita akan membahas Prinsip Bernoulli yang digunakan Tikus, lebih tepatnya saat si tikus membuat lubang pada tanah.

Gambar diatas adalah ilustasi lubang yang dibuat tikus didalam tanah. Lubang tersebut sangat penting bagi tikus karena lubang tersebut selain berfungsi sebagai sarang, lubang tersebut juga berguna untuk bersembunyi dari para predator yang membahayakan kehidupan si tikus. Karena pentingnya lubang tersebut, maka si tikus membuat lubang tersebut tidak asal-asalan.

Ternyata, saat tikus membuat lubang tersebut mereka menggunakan prinsip Bernoulli, wah,,, wahh

Coba amati gambar diatas !!

lubang-lubang tersebut memiliki ketinggian yang berbeda, hal tersebut dimaksudkan agar Si tikus tidak mau mati karena sesak napas. 
Lhah kok bisa ???

Begini, karena perbedaan ketinggian pada permukaan tanah tersebut, maka udara berdesak-desakan ( lihat bagian kanan gambar !!). Aliran udara tersebut Mirip seperti aliran air yang mengalir dari pipa yang penampangnya besar menuju pipa yang penampangnya kecil. Karena udara tersebut berdesak-desakan maka laju udara meningkat (v) yang mengakibatkan tekanan udara menurun (P).

Nah, dengan adanya perbedaan tekanan udara tersebut, maka udara dipaksa mengalir masuk melalui lubang tikus. Hal tersebut sesuai denga konsep “ Udara mengalir dari tempat yang tekanan udara-nya tinggi ke tempat yang tekanan udaranya rendah”. Dengan menggunakan prinsip tersebut memungkikan si tikus dapat bernafas di bawah tanah.

Bagaimana kawan ??
Tikus aja suka Fisika lho, maka kamu ndak 

Masih banyak penerapan prinsip bernolli dalam kehidupan kita sehari –hari, tunggu update nya di blog ini ! 

Sekian, semoga bermanfaat

Minggu, 20 September 2015

Ilusi Bulan "Mengapa Saat Terbit Ukuran Bulan Nampak Besar ?"

Bulan purnama yang disinggungkan dengan keindahan, kecantikan, dan romantis memang sangatlah indah. Tidak akan bosan-bosannya kita menatap bulan purnama walaupun penampakan bulan dari dulu sampai sekarang tetap sama, apalagi saat langit sedang cerah. Tapi pernahkah kalian melihat saat bulan purnama mulai muncul di timur?
Biasanya saat magrib. Nampak bahwa bulan ketika mulai muncul dari horizon berukuran lebih besar dari biasanya kemudian semakin naik ke atas ukuran bulan menjadi lebih kecil. Bulan juga nampak berwarna jingga saat di horizon, semakin naik warna bulan menjadi putih.

Apakah jarak bulan saat di horizon lebih dekat ketimbang saat bulan di atas ?


Warna bulan yang Nampak jingga saat di horizon disebabkan oleh peristiwa hamburan cahaya. Seperti layaknya matahari, saat pagi matahari akan berwarna jingga namun seiring naiknya matahari dan bulan ke atas warna keduanya akan berubah menjadi putih. Saat bulan berada di horizon sinar dari bulan akan menembus atmosfer lebih tebal daripada saat bulan berada di atas kita. Cahaya yang yang melewati medium transparan seperti udara akan mengalami kemerosotan intensitas, yang berarti ada penyerapan energi cahaya oleh medium yang dilaluinya. Cahaya yang berasal dari bulan akan dihamburkan oleh debu dan zarah lembut pada atmosfer. Karena sinar dengan panjang gelombang lebih pendek lebih terhambur daripada sinar dengan panjang gelombang yang panjang menurut rumus intensitas cahaya yang terhambur
maka gelombang cahaya dengan panjang gelombang pendek akan banyak terhamburkan daripada panjang gelombang yang panjang, sehingga yang tersisa adalah warna merah atau jingga.

Bulan yang berukuran besar saat di ufuk atau horizon merupakan ilusi optik atau yang kita kenal sebagai ilusi bulan. 

Saat masih SMP saya teringat dengan pelajaran kesenian menggambar, dahulu pernah diajari yang namanya menggambar perspektif. Apa itu? Yaitu menggambar sesuai dengan keadaan nyatanya yang biasa kita lihat. Contohnya saat menggambar benda yang dekat maka ukuran benda akan besar tetapi jika benda letaknya jauh benda harus digambar lebih kecil. Atau saat menggambar rel kereta api dimana semakin menuju ujung atau horizon lebar dari rel harus lebih kecil daripada lebar rel yang dekat dengan mata kita. Atau saat menggambar burung yang ada di atas dekat kita harus berukuran besar daripada burung yang berada di ufuk atau horizon. Karena memang begitulah apa yang sehari-hari kita lihat.

Bulan memiliki ukuran yang sangat besar dan jarak yang sangat jauh dari bumi, sehingga ukuran bulan saat berada di ufuk mupun di atas sebenarnya sama. Karena otak kita telah menafsirkan  dalam kehidupan sehari-hari bahwa benda yang berada di horizon letaknya lebih jauh daripada benda yang berada di atas maupun benda yang tidak berada di horizon maka bulan yang sebenarnya berukuran sama di horizon tampak berukuran lebih besar. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar ilustrasi ilusi optik berikut.


Penglihatan mata kita dalam kehidupan nyata menunjukkan bahwa semakin jauh rel dari kita atau semakin rel mendekati horizon lebar rel akan mengecil, dan ini yang telah ditafsirkan otak kita. Maka saat ada dua garis merah yang panjangnya sama yang satu berada di dekat horizon dan yang satu berada di jauh di bawah horizon, maka kita akan beranggapan garis merah yang dekat horizon adalah yang lebih panjang. Namun sebenarnya kedua garis tersebut sama panjang. Itulah yang terjadi pada bulan. Saat bulan berada di atas kepala kita maka bulan akan nampak kecil sedangkan saat bulan berada di horizon saat terbit maupun terbenam, bulan Nampak lebih besar karena otak kita sudah terbiasa menafsirkan bahwa pada horizon jaraknya lebih jauh daripada di atas kepala kita.

Ukuran bulan yang nampak besar juga disebabkan pembanding. Saat bulan berada di horizon  maka ukuran benda yang berada di horizon juga akan kecil, sehingga kita tanpa sengaja membandingkan ukuran bulan dengan benda benda tersebut, seperti pohon, rumah dan sebagainya. Namun saat bulan berada di atas kepala kita, tidak ada benda pembandingnya.

Sekian, Semoga bermanfaat

Rabu, 16 September 2015

TEORI FISIKA TENTANG HANTU ( Part 2)

Mendengar kata hantu Hantu... pasti kalian membayangkan hantu itu menyeramkan. Kebanyakan orang pasti takut dengan hantu. Atau mungkin dari pembaca sendiri pernah melihat penampakan hantu?

Hantu atau jin dari cerita-cerita yang beredar di masyarakat bahkan di tayangan televisi mempunyai banyak kemampuan unik dan menarik
Apa? Menarik?
Beberapa kemampuan jin atau hantu diantaranya adalah Mereka dapat menghilang dari suatu tempat dan tiba-tiba muncul di belakang kita, dapat berubah-ubah bentuknya, dapat mengubah ukuran menjadi besar atau kecil seperti pada film Jin dan jun atau Tuyul dan mbakyul, dan Mereka juga dapat Menembus tembok rumah sehingga walaupun korban menutup pintu kamar si jin dapat masuk kamar tanpa membuka pintu tersebut.

Bagaimana hal ini dijelaskan secara fisika?


Pada tahun 1984 merupakan kelahiran dari Teori String atau Superstring, yaitu teori yang berupaya untuk menyatukan empat interaksi alam. Teori ini merupakan salah satu kandidat dari teori segalanya, dan kandidat yang lain yaitu teori yang kita kenal sebagai model standard.

Menurut teori ini alam semesta harus mempunyai 11 dimensi, yaitu 10 dimensi ruang dan satu dimensi waktu. Memang sulit untuk dibayangkan, tetapi teori ini lahir dari persamaan matematika. dan sebenarnya masih banyak konsekuensi lain dari teori tersebut, yaitu mengenai adanya banyak semesta lain selain semesta kita dengan hukum fisika yang berbeda pula dari hukum fisika pada semesta kita tentunya. Mungkin ini yang dimaksud dengan alam lain oleh kebanyakan orang. 

Berdasarkan teori tersebut, dimungkinkan jin adalah makhluk dari dimensi yang lebih tinggi. Jika kita hidup pada tiga dimensi ruang dan kita termasuk makhluk tiga dimensi, artinya kita dapat bergerak dengan tiga derajat kebebasan, yaitu maju-mundur, kanan-kiri, dan atas-bawah. Sedangkan jin adalah makhluk dari dimensi yang lebih tinggi, misalkan dari empat dimensi, maka jin juga dapat bergerak dengan empat derajat kebebasan, tiga gerak yang sama yang dilakukan oleh kita dari tiga dimensi ditambah satu gerak pada dimensi ke empat. hal ini dapat menjelaskan kemampuan jin yang unik dan menarik tersebut.

1. Dapat berubah bentuk
Untuk memahami perbedaan Tiga dimensi dan Empat dimensi maka kita harus menyesuaikan dimensi yang sudah familiar dengan kita. Misalkan kita manusia adalah makhluk dua dimensi sedangkan jin adalah makhluk tiga dimensi.
Dari pelajaran matematika kita tahu bahwa benda 2 Dimensi contohnya adalah segitiga, lingkaran dan persegi, sedangkan benda 3 dimensi berupa kubus, balok, bola, kerucut dan lain-lain. Untuk memahaminya perhatikan gambar berikut.

Saat benda tiga dimensi, kerucut berada di atas bidang dua dimensi (XY) benda dari dua dimensi berupa segitiga tidak dapat meilhat kerucut tersebut karena “foton” yang digunakan oleh semesta dua dimensi tersebut hanya dapat bergerak pada bidang dua dimensi (XY) saja dan tidak dapat bergerak kearah sumbu Z. namun saat ujung kerucut tersebut menyentuh bidang XY maka pada bidang tersebut akan nampak sebuah titik dan inilah yang akan dilihat oleh benda dua dimensi (segitiga) tersebut. Namun jika kerucut menembus bidang dua dimensi secara tegak lurus pada bidang dua dimensi XY akan terbentuk bayangan berupa lingkaran, dan bayangan dua dimensi yang berupa lingkaran inilah yang akan nampak pada semesta dua dimensi itu (bidang XY).

Selanjutnya jika kerucut menembus bidang dengan arah miring akan nampak bayangan berupa elips, dimana semakin dalam kerucut tersebut menembus bidang bayangan dua dimensi yang dihasilkan juga akan semakin besar. Oleh makhluk dua dimensi berupa segitiga, bayangan dari kerucut pada bidang XY tersebut juga akan berubah-ubah pula. Dan inilah yang terjadi pada kita, jin yang terlihat oleh kita yang dapat berubah bentuk dan ukuran sebenarnya adalah bayangan tiga dimensi dari makhluk dengan dimensi yang lebih tinggi, kita tidak tahu bentuk aslinya, yang kita tahu adalah bayangan tiga dimensinya karena cahaya atau foton pada semesta kita hanya dapat bergerak dalam tiga derajat kebebasan.

2. Dapat muncul dan menghilang


Suatu bayangan kerucut pada bidang dimensi dapat menghilang dengan cara mengarahkan kerucut tersebut pada dimensi ke tiga, yaitu sumbu Z sehingga tidak ada bagian yang menyentuh bidang XY tersebut. Karena tidak ada yang menyentuh bidang XY benda dua dimensi yang berupa segitiga tidak dapat melihat bayangan tersebut dan dia mengira bahwa benda tersebut menghilang. Jika kerucut kembali menembus bidang akan tampak bayangan dua dimensi lagi sehingga si segitiga akan mengira benda tersebut muncul secara tiba-tiba entah dari mana.

Hal ini juga yang terjadi pada jin yang menghilang dan muncul seenaknya, ia bergerak dalam arah dimensi keempat atau mungkin lebih sehinnga kita tak dapat melihat jin tersebut.

3. Dapat menembus dinding


Misalkan segitiga ingin mengurung benda aneh tersebut yang sebenarnya adalah bayangan dari kerucut dengan sebuah dinding dua dimensi, yaitu berupa segiempat. Jika benda dua dimensi berada dalam bidang segiempat, ia tidak akan bisa keluar kecuali menghapus salah satu garisnya. Namun bayangan dari kerucut dapat menembus dinding segiempat tersebut. Caranya karena dinding tersebut hanya dua dimensi kerucut dapat bergerak pada sumbu Z kemudian bergerak searah dengan bidang XY kemudian menampakkan bayangannya di luar dinding segiempat tersebut dengan cara menembus bidang tersebut.

Segitiga akan menyangka bahwa benda aneh itu dapat menembus dinding sebab tidak mungkin ia dapat keluar dari dinding yang kokoh tanpa menjebolnya, kecuali dengan menembus secara serta merta dan mungkin ini yang terjadi pada jin yang kita lihat, ia bergerak pada dimensi keempatnya kemudian bergerak melewati dinding rumah kita dan muncul kembali pada bidang tiga dimensi kita. Dan kita akan mengiranya dapat menembus dinding rumah.

Itulah beberapa Teori tentang hantu dan penjelasan kemampuannya yang misterius.

Semoga bermanfaat

Referensi : 
Fisika modern di kehidupan sehari-hariBryan grene. The Elegant Universe

Selasa, 15 September 2015

RPP IPA TERPADU SMP

Dalam rangka mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, maka guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

RPP merupakan Perangkat pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan lapangan untuk setiap Kompetensi dasar (KD)

Oleh karena itu, apa yang terkandung di dalam RPP baiknya memuat hal-hal yang langsung berkaitan dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. 

Dalam Penyusunan RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi (SK) yang memayungi Kompetensi Dasar (KD) yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian.

Dalam kesempatan kali ini Pakgurufisika akan berbagi RPP Ipa Terpadu SMP kelas 7-9 Semester 1 dan semester 2, silahkan unduh filenya pada link yang kami sediakan,  !!

Silahkan pilih jenis dokumen yang ingin kalian unduh , dalam format Word, Pdf ataupun RAR
Klik tautan yang kami sediakan dibawah ini
  1. Panduan Pengembangan RPP download {PDF} {WORD} {RAR}
  2. RPP IPA Terpadu Kelas 7 {PDF} {WORD} {RAR}
  3. RPP IPA Terpadu kelas 8  {PDF} {WORD} {RAR}
  4. RPP IPA Terpadu Kelas 9 {PDF} {WORD} {RAR}
jika ada yang kesulitan mendownload file nya atau ada link yang mati/terhapus, silahkan laporkan pada kami lewat kolom komentar

Sekian, semoga bermanfaat

Senin, 14 September 2015

TEORI FISIKA TENTANG HANTU

Ketika kalian berjalan sendirian ditempat yang sepi dan gelap tiba-tiba kalian merasa ada bayangan yang melintas Atau ketika kalian sedang sendirian di suatu ruangan/ tempat kemudian kalian merasakan ada sesuatu yang aneh yang membuat bulu kuduk kalian merinding

Pernahkah kalian mengalami kejadian diatas ? 

Banyak orang yang beranggapan hal tersebut disebabkan karena ada hantu/makhluk gaib disekitar kita, percayakah kalian dengan hal tersebut ?

Ilustrasi hantu pada kartun scooby doo

Mengenai Keberadaan hantu /makhluk gaib disekitar kita, jika dipandang dari sisi agama, maka mereka benar-benar ada dan kita hidup berdampingan dengan mereka. Makhluk gaib adalah makhluk yang tidak bisa dilihat dengan indra penglihatan manusia, sering juga kita menyebutnya dengan hantu atau setan.

Makhluk halus yang baik kita menyebutnya sebagai jin, dan yang sering mengganggu manusia kita menyebutnya setan. Macam setan pun banyak,ada kuntilanak, pocong, sundel bolong, genderuwo, semua memiliki penampakan khusus yang berbeda dengan yang lainnya. 

Namun, bagaimanakah pandangan sains khususnya fisika mengenai keberadaan makhluk gaib atau hantu ??
Sampai sekarang sudah terdapat beberapa teori yang berusaha menjelaskan mengenai keberadaan makhluk halus, antara lain sebagai berikut:

1. Teori yang berkaitan dengan hukum kekekalan energi
Teori yang berkaitan dengan hukum kekekalan energi dicetuskan oleh ilmuwan fisika Albert Einstein. dia pernah membuktikan bahwa segala bentuk energi di alam semesta bersifat kekal/konstan, artinya energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, hanya dapat diubah bentuknya.
Setiap manusia yang masih hidup memiliki energi listrik, hal tersebutlah yang membuat jantung kita tetap berdetak, otak tetap bekerja dan kita masih bisa bernafas.
Lalu ketika manusia mati ,bagaimanakah dengan energi listrik yang terdapat dalam diri manusia ??

Menurut Einstein, energi tersebut kembali ke alam semesta, energi elektromagnetis dari manusia mati inilah yang pada konsentrasi tertentu bisa terlihat dalam bentuk-bentuk tertentu dan kadang masih mengandung materi dan sifat-sifat asalnya. Hal tersebutlah yang menyebabkan kita beberapa dinatara kita ada yang pernah seolah-olah melihat sosok orang yang telah meninggal.

2. Teori yang berkenaan dengan Hukum Coulomb
Jika kalian pernah belajar fisika di SMP maupun SMA, tentunya kalian sudah cukup familiar dengan hukum coulomb. Hukum coulomb menyatakan jika muatan sejenis didekatkan akan tolak menolak, dan muatan berbeda jenis didekatkan akan saling tarik menarik.


Menurut teori tersebut, Makhlus halus menyimpan energi elektromagnetis negatif (-) dan bumi juga mengandung muatan negatif (-), berdasarkan penjelasan diatas maka makhluk gaib/halus saling tolak menolak dengan bumi,sehingga makhluk halus tidak menapak bumi (melayang) karena gaya tersebut. 
Dan berdasarkan kesaksian beberapa orang yang pernah melihat penampakan makhluk halus secara langsung, beberapa diantaranya memang tak menapak bumi. 
Benarkah teori tersebut ?? 
Jika benar tentu hal ini tidak hanya akan menjadi sebatas teori 

3. Teori tentang gelombang suara infrasonik 

Teori ini diajukan oleh vic tandy,dia adalah seorang pakar elektronika dan computer dari universitas Coventry. Menurut tandy penglihatan kita terhadap makhluk halus dipengaruhi oleh gelombang infrasonik. Gelombang infrasonik merupakan gelombang dengan frekuensi < 20 Hz yang tidak dapat ditangkap oleh telinga manusia. Namun jika gelombang dengan frekuensi rendah tersebut terjadi dengan intensitas yang cukup besar maka manusia yang peka akan merasakannya. 

Selain itu NASA juga pernah memperhitungan jika mata manusia bereaksi dengan gelombang berfrekuensi rendah. Pada frekuensi 18 Hz bola mata manusia mulai bergetar dan memunculkan obyek asing , obyek asing tersebutlah yang kita anggap sebagai makhluk halus . 

Dari ketiga teori diatas, tentu kalian bebas memilih mana teori yang paling masuk akal atau justru tidak percaya sama sekali dengan teori-teori tersebut. 
Semua terserah padamu :P 
Ingat…ketiga Penjelasan diatas masih sebatas “TEORI” jadi masih belum terbukti kebenaran ilmiahnya. 

Namun , jika kita melihat dari sudut pandang Agama, maka kita wajib percaya jika selain manusia, Allah juga menciptakan makhluk lain yaitu malaikat dan jin. Jin ada yang baik (patuh terdadap Allah) ada juga yang jahat (setan) yang sering menggangu manusia dan menggoda manusia agar melanggar perintah Allah dan lalai dengan kewajibannya. Kita tidak dapat melihat jin dengan mata normal, karena memang Allah yang telah mengkehendakinya, mereka bisa melihat kita namun kita tidak bisa melihat mereka 

Sekian , pembahasan saya mengenai teori fisika tentang hantu dan makhluk gaib, jika ada yang mau bertanya atau memiliki teori lainnya, silahkan tuliskan pada kolom komentar 

Semoga bermamfaat 

Referensi : 
Tipler. Fisika untuk teknik dan sains, jilid 1 
Sains.me 
Yohannes surya. Fisika itu mudah

Alasan Langit Siang Berwarna Biru, Langit sore berwarna Merah Kejinggaan

Ceritanya kemarin saat saya ngelesi Siswa SD kelas 5 pelajaran IPA , tiba-tiba anak tersebut bertaya kepada saya,
“ Pak, kenapa ya langit siang itu berwarna biru,tapi langit sore warnanya jadi merah jingga ?

Saat itu saya agak bingung menjawabnya, bukan karena saya tidak paham jawabannya apa, tapi kebingungan saya dikarenakan bagaimanakah menerangkan ke Anak tersebut agar Paham dengan jawaban saya. Dia kan Masih Jenjang SD, sepertinya tidak mungkin jika menjelaskan tentang spektrum gelombang elektromagnet, apalagi dispersi cahaya,bukannya nanti anak tersebut jadi paham malahan si anak jadi tambah pusing dengan istilah-istilah asing, hehe

Akhirnya dengan bijak ( menurut saya) saya menjawabnya

“ wah , pertanyaan bagus sekali dik, kayanya kamu cocok jadi professor atau Ilmuwan, hehe. Begini dik, mas tau alasan kenapa Langit siang berwarna biru, langit sore berwarna merah jingga namun kalau saya menjelaskannya sekarang, bukannya kamu paham, malahan kamu nanti jadi pusing dengan jawaban mas, hehe 

Mendengar jawaban tersebut ,dilihat dari ekspresi dan mimik wajahnya anak tersebut malah tampak tambah penasaran 

“ Begini dik, belajar IPA itu harus bertahap, jadi tidak bisa sekaligus, nanti saat SMA atau Kuliah adik akan menemukan jawabannya, dan kamu akan paham dengan uraian jawabnnya, jadi Mungkin ALLAH menghendaki kita supaya belajar Sabar dik"

Untuk sekarang, Fenomena langit berwarna biru saat siang hari, saat sore hari jadi berwarna merah kejinggaan sederhananya merupakan peristiwa hamburan cahaya, jadi cahaya itu bisa brubah-ubah warnanya dik , Pagi hari Matahari baru bangun, siang hari matahari sudah konsentrasi menyinari bumi dan sore hari ia sudah capek dik :D. Selain itu kejadian tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran ALLAH,manusia itu makhluk ciptaannya, memang dasarnya manusia itu bodoh, makanya kita harus belajar”


Begitulah penjelasan saya kepada anak SD mengenai langit siang berwarna biru, langit sore berwarna merah kejinggaan. Jadi sebenarnya apa yang menyebabkan langi siang berwana biru, sedangkan langit sore berwarna merah kejinggaan ?? 

Fenomena tersebut ternyata erat kaitannya dengan konsep fisika tentang Spektrum Gelombang elektromagnetik ( cahaya tampak). 

Telah kita ketahui bersama jika matahari adalah Benda langit yang memancarkan cahaya sampai kebumi, tanpa adanya matahari bumi akan gelap dan kehidupan di bumi tidak dapat berlangsung. Matahari memancarkan cahaya putih yang merupakan cahaya polikromatik (cahaya yang berasal dari gabungan beberapa warna). Cahaya Polikromatik terdiri dari 7 cahaya monokromatik (cahaya tunggal) yaitu Merah, jingga,kuning,hijau,biru,nila dan ungu. Kita juga telah ketahui jika Nitrogen dan Oksigen merupakan Zat yang paling banyak menyusun atmosfer bumi. Ketika cahaya matahari mencapai atmosfer bumi, cahaya polikromatik tersebut akan terdispersi (terurai) menjadi warna monokromatik (Merah, jingga,kuning,hijau,biru,nila dan ungu). 

Cahaya sendiri merupakan gelombang elektromagnetik yang paling sering kita temukan dalam kehidupan sehari hari. Semua gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang 400 nm sampai 700 nm sangat sensitive terhadap mata, sehingga mata dapat membedakan antara panjang gelombang yag satu dengan yang lainnya. 

Misalnya radiasi elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang 400 nm akan terlihat warna ungu, dan jika panjang gelombangnya 700 nm akan terlihat warna merah. Diantara warna ungu dan merah terdapat ribuan warna lainnya yang dihasilkan dari radiasi gelombang elektromagnetik dengan berbagai panjang gelombang. Jadi saat kita melihat suatu benda berwarna biru sebenarnya yang kita lihat adalah pantulan gelombang elektromagnetik yang mempunyai panjang gelombang sekitar 450 nm yang dipantulkan benda tersebut. 

Cahaya monokromatik yang memiliki panjang gelombang pendek (hijau,biru,nila,ungu) akan lebih mudah dihamburkan oleh molekul Nitrogen dan Oksigen dan cahaya tersebutlah yang masuk kemata kita . 

Nah, pertanyaannya mengapa warna langit disiang hari terlihat oleh mata kita berwarna biru, bukan hijau,nila maupun ungu ?? 



Ternyata warna biru terang yang kita lihat dikarenakan mata kita sendiri. Pupil mata kita menanggapi warna dengan menggunakan sebuah struktur yang disebut kerucut warna. Setiap retina pada mata mengandung sekitar 5 juta kerucut warna. Setiap kerucut warna mengandung pigmen warna yang membatasi jangkauan panjang gelombang yang dapat ditanggapi oleh kerucut tersebut. 
  • Kerucut warna pada panjang gelombang panjang memiliki kepekaan tertinggi pada panjang gelombang 570 nm (warna kuning) 
  • Kerucut warna pada panjang gelombang sedang memiliki kepekaan tertinggi pada panjang gelombang 543 nm (warna hijau) 
  • Kerucut warna untuk panjang gelombang pendek, memiliki kepekaan pada panjang gelombang 442 nm (antara ungu dan biru). 
Berbeda halnya dengan indera pendengaran kita, mata dan otak hanya menerjemahkan kombinasi tertentu panjang gelombang sebagai sebuah warna yang tunggal. sehingga mata kita akan menerjemahkan cahaya biru-ungu yang sebagai sebuah campuran antara warna biru dan putih terang, akibatnya tampaklah bagi kita langit itu berwarna biru. 

Jika cahaya dengan panjang gelombang pendek dihamburkan oleh atmosfer, bagaiamanakah dengan cahaya dengan panjang gelombang yang panjang ?? 

Cahaya dengan panjang gelombang yang relatif panjang seperti warna merah, jingga kuning ungu tidak terhalang oleh atmosfer bumi, sehingga langsung menuju bumi dan menjadi satu warna yaitu kuning. Itulah kenapa matahari tampak oleh mata kita berwarna kuning . 

Terus kenapa langit sore berwarna merah kejinggan ?? 


Berbeda saat siang hari, dimana posisi permukaan bumi yang menghadap matahari langsung mendapatkan cahaya yang tegak lurus, Ketika matahari terbit maupun terbenam pada sore hari mengakibatkan jarak lintasan cahaya matahari yang harus melewati atmosfer menjadi lebih jauh di posisi kita melihat. Hal tersebutlah yang menyebabkan cahaya dengan panjang gelombang yang panjang seperti merah, jingga kuning ikut membias sedangkan wana biru terhalang dan tak terlihat oleh mata kita. 

Itulah alasan mengapa pada sore hari warna langit menjadi merah kejinggan

Lalu kenapa laut tampak berwarna biru ? 
ada yang tahu alasannya ??
Tunggu update penjelasannya di blog pakgurufisika 
Jika ada pertanyaan, silahkan tanyakan di kolom komentar 

Sekian, semoga bermannfaat 

Referensi : 
Fisika itu mudah, yohannes surya 
Gubuksains.blogspot.com 
Serway, Raymond A.dan John W. Jewett. (2010). Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1 (6th Edition).Terj.Chriswan Sungkono.Jakarta:Salemba Teknika.