Jumat, 31 Juli 2015

Efek Rumah Kaca

Saat masih SMP maupun SMA ketika ditanya,

“ Mengapa gas CO2 ­memantulkan sinar inframerah ke bumi ?”
 Maka pertanyaan ini dengan sangat mudah akan dijawab 
“ Karena gas CO2 termasuk gas rumah kaca”. 
Dan saat ditanya 
“ Mengapa gas CO2 termasuk gas rumah kaca ?”
 dan dengan santainya juga akan dijawab 
“ Karena gas CO2 memantulkan gelombang inframerah”

Pertanyaan dan jawaban ini akan terus saling berputar layaknya roda gila yang berputar. 
Namun sebenarnya masih banyak hal yang belum jelas dari pertanyaan ini, seperti Mengapa gas O2 dan H2 bukan termasuk gas rumah kaca, padahal sama-sama tidak berwarna?

Mengapa gas rumah kaca hanya memantulkan gelombang inframerah, tidak gelombang tampak atau yang lainnya? 

Pertanyaan-pertanyaan konyol semacam itu mungkin pernah menghinggapi pikiran anda


Pemanasan bumi disebabkan oleh Efek rumah kaca. Sinar dari matahari masuk kebumi sehingga benda-benda di bumi yang terkena sinar tersebut akan memanas, Karena benda (dalam hal ini tanah) menjadi panas maka benda tersebut meradiasikan spektrum gelombang inframerah, Gelombang inframerah ini akan diradiasikan lagi keruang angkasa. Namun karena terdapat gas rumah kaca di atmosfer bumi maka sebagian gelombang inframerah ini tidak dapat diteruskan keluar angkasa tetapi akan dikembalikan ke permukaan bumi dan memanaskan permukaan bumi. Inilah yang disebut Efek Rumah Kaca.

Gas-gas yang termasuk gas rumah kaca adalah gas yang merupakan Molekul polar
Molekul polar adalah molekul yang memiliki distribusi muatan yang tidak merata, atau memiliki bagian positif dan negatif. Molekul-molekul gas yang simetris seperti O2, H2, N2 dan gas yang bentuk molekulnya simetris lainnya memiliki distribusi muatan yang seragam, Molekul ini disebut dengan molekul nonpolar. Sedangkan molekul yang tidak simetris cenderung memiliki distribusi muatan yang tidak merata, atau momen listriknya tidak nol. Contohnya seperti molekul gas CO2, C0, dan H2O. 


Molekul-molekul gas polar ini dapat menyerap dan memancarkan energi foton seperti layaknya atom. Bedanya atom melakukannya dengan perpindahan (eksitasi dan deeksitasi) elektron atau mengubah bilangan kuantum n untuk elektron. Sedangkan molekul gas dengan melakukan vibrasi maupun rotasi atau mengubah bilangan kuantum vibrasi dan rotasi. Energi akibat vibrasi maupun rotasi lebih kecil dibandingkan dengan energi akibat perpindahan elektron pada atom. Menurut elektrodinamika klasik muatan yang dipercepat (vibrasi maupun rotasi) dapat memancarkan gelombang elektromagnetik.

Eksitasi tingkat energi rotasi dan vibrasi merupakan pertimbangan penting dalam model-model fenomena pemanasan global. Untuk molekul-molekul CO2, kebanyakan garis absorbsi berada dalam daerah inframerah, jadi cahaya tampak dari matahari tidak diserap oleh CO2 di atmosfer melainkan langsung mengenai permukaan bumi dan memanaskannya. Akibatnya, permukaan bumi yang suhunya lebih rendah dari matahari memancarkan radiasi panas yang memuncak pada spektrum inframerah. Radiasi inframerah tersebut tidak dipancarkan ke luar angkasa melainkan diserap oleh molekul-molekul CO2 di udara. Jadi , CO2 bersama dengan molekul-molekul lain di atmosfer bertindak seperti sebuah katup satu arah untuk energi dari matahari dan bertanggung jawab menaikkan suhu permukaan bumi di atas suhu yang akan tercapai bila tidak ada atmosfer. Fenomena tersebut pada umumnya disebut “Efek rumah kaca”.

Referensi : Serway, Raymond A.dan John W. Jewett. (2008). Physics for Scientists and Engineers with modern physics (7th Edition). USA: Thompson Brooks/Cole

Modul Fisika Modern Lengkap

Fisika Modern ini adalah mata kuliah wajib program studi pendidikan  fisika.  Materi yang akan disajikan mengacu pada kurikulum dan pengalaman mengajar fisika modern. Topik-topik yang disajikan dalam pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan hamasiswa dan kurikulum. Materi fisika yang akan disajikan menekankan pada pemahaman konsep dasar dan pengembangannya. 

Disamping itu akan dibahas juga cara menyajikan materi disertai dengan terapannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada materi-materi yang dianggap sulit untuk diajarkan kepada mahasiswa.  Sedangkan materi praktik disesuaikan dengan teori-teori yang telah dipelajari, seperti tetes milikan, sinar laser dan sinar Rontegen.  Dengan melakukan kegiatan praktik diharapkan mahasiswa mampu mamahami materi fisika modern dengan mudah dan komunikatif, sehingga mahasiswa menjadi lebih tertarik untuk belajar fisika, khususnya fisika modern.

Dalam Postingan kali ini saya akan berbagi Modul Fisika Modern , Ada beberapa modul Fisika modern yang akan saya bagikan , silahkan download sesuai dengan yang anda  butuhkan
  1. Kinematika Relativitas, meliputi postulat relativitas khusus, pemuaian waktu, efek dopler, pengerutan panjang, paradoks kembar, transformasi lorent,  penjumlahan kecepatan,  relativatas massa, masa dan energi, partikel tak bermasa dan penerapan  dalam kehidupan sehari-hari.  download Modul Relativitas Khusus
  2. Dinamika Relativitas, meliputi besaran-besaran dinamis massa, momentum, gaya, dan energi dari sudut pandang relativitas khusus. Download Modul Dinamika Relativitas
  3. Sifat Partikel dan Gelombang, meliputi Efek Fotolistrik, Efek Compton, Sinar X, difraksi Sinar X, Gelombang de broglie, Fungsi Gelombang, Kecepatan gelombang de Broglie, difraksi partikel, Partikel dalam Kotak dan Prinsip Ketaktentuan dan penerapan  dalam kehidupan sehari-hari. Download Modul Modul Sifat Partikel dan Gelombang
  4. Sifat Gelombang De Broglie,  download Sifat Gelombang De Broglie
  5. Difraksi Partikel dalam Kotak dan Prinsip Ketidaktentuan, download Difraksi Parrtikel dlm Kotak & Prinsip ketidakentuan
  6. Struktur Atomik, meliputi sifat dasar atom, hamburan partikel alfaa, hamburan Rutherford, dimensi inti, orbit elektron, spektrum atomik, atom Bohr, tingkat energi spektrum, gerakan inti, eksitasi atom dan penerapan  dalam kehidupan sehari-hari. Download Modul Struktur Atomik ( Model Atom )
  7. Mekanika Kuantum, meliputi sifat dasar atom, hamburan partikel alfaa, hamburan Rutherford, dimensi inti, orbit elektron, spektrum atomik, atom Bohr, tingkat energi spektrum, gerakan inti, eksitasi atom dan penerapan  dalam kehidupan sehari-hari. Download Modul Mekanika Kuantum
  8. Atom Berelektron Banyak, meliputi atom berelektron banyak, spin elektron dan larangan pauli, keadaan elektron dalam atom berelektron  banyak, sifat-sifat unsur, momentum sudut total, kopling LS, kopling JJ, spektrum satu elektron, spektrum dua elektron, dan spektrum sinar X. Download Modul Atom Berelektron Banyak
  9. Reaksi Inti, meliputi reaksi inti, jenis-jenis reaksi inti, hamburan elastis, hamburan inelastik, hamburan photonuklir, tangkapan radioaktif, reaksi inti spesial, inti gabungan, pembentukan radioisotop dalam reaksi inti, kinematika reaksi energi rendah, energi ambang reaksi inti, fisi inti, dan fusi inti. Download Modul Reaksi Inti
  10. Transpormasi Nuklir, reaksi fisi, energi reaksi fisi,peluruhan sinar alpha, peluruhan sinar beta, dan peluruhan sinar gama. Download Modul Transpormasi Nuklir
Untuk Modul Lainnya, baik Modul MAPEL SMP, SMA atau Modul Kuliah ( Universitas lainnya ) akan segera kami Update, silahkan cek dan sering-sering berkunjung di blog ini

Sekian, semoga bermanfaat


Kamis, 30 Juli 2015

Seminar Fisika "Sabuk VAN ALLEN Sebagai Perisai Bumi"

Menurut Mulyo, A. (2004: 39) Bumi memiliki medan magnet yang dibangkitkan oleh inti Bumi. Seperti halnya pada magnet batang, magnet Bumi juga memiliki kutub-kutub (utara dan selatan), letaknya dekat dengan kutub-kutub Bumi. Kutub utara magnet Bumi terletak di daerah kutub selatan Bumi dan kutub selatan magnet Bumi terletak di daerah kutub utara Bumi.

Fungsi dari medan magnet bumi sebagai pelindung pancaran radiasi kosmis yang berasal dari luar angkasa. Medan magnetik bumi dapat memantulkan sebagian besar angin matahari, yaitu arus partikel bermuatan dari matahari yang mampu mengionisasi lapisan atmosfer bumi.

Terbentuknya medan magnet bumi dipengaruhi oleh komposisi inti bumi terdiri dari inti-dalam dan inti-luar yang didominasi unsur logam yang berbeda temperatur, wujud dan konduktivitasnya. Inti-dalam dan inti cair yang bertemu mengakibatkan pergerakan elektron dan adanya arus konveksi dari rotasi bumi menyebabkan pergerakan cairan pada inti yang menimbulkan arus listrik dan terbentuk medan magnet.

Kemagnetan Bumi ditandai oleh dua hal, yaitu Inklinasi magnetik (magnetic inclination) dan Deklinasi magnetik (magnetic declination).

Inklinasi magnetik adalah sudut inklinasi (kemiringan) antara jarum magnet terhadap horizontal. Di daerah belahan Bumi Utara, titik Utara jarum magnet berinklinasi ke arah horizontal, sedangkan di belahan Bumi Selatan, titik selatan jarum magnet berinklinasi ke arah horizon.

Sudut inklinasi berbeda-beda untuk setiap tempat yang berlainan. Dari ekuator ke arah kutub magnet, sudut inklinasi semakin besar dan tepat di kutub magnet harganya maksimum, yaitu jarum magnet berhenti pada posisi tegak lurus. Garis yang menghubungkan tempat-tempat di Bumi yang berinklinasi sama dinamakan isoclines (garis isoklin). 

Deklinasi magnetis adalah besarnya sudut yang dibentuk antara arah jarum magnet dengan garis bujur geografis, baik di sebelah timur maupun sebelah barat. Besarnya deklinasi berbeda-beda untuk setiap tempat. Garis yang menghubungkan tempat-tempat di Bumi yang berdeklinasi sama dinamakan isogon. Isogon yang deklinasinya nol disebut meridian magnetis.

Garis-garis isogon membujur dari satu titik di Utara menuju satu titik di Selatan. Titik-titik itu tidaklah sama dengan titik kutub-kutub geografis. Koordinat kutub Utara magnet adalah 700 05’ 03” Lintang Utara dan dan 960 45’ 03” Bujur Barat, sedangkan koodinat kutub Selatan magnet adalah 740 06’ Lintang Selatan dan 1540 08’ Bujur Timur. Secara definitif tidak dapat dijelaskan mengapa kutub-kutub magnet Bumi bukanlah kutub-kutub geografis Bumi (Basuni Rachman, 2010). Mungkin penyebabnya tidak meratanya distribusi daratan dan air.

Pada beberapa tempat di muka Bumi, arah garis isoklinik dan isogonik mengalami variasi definitif yang berhubungan dengan anomali-anomali magnetis. Anomali magnetis telah dibuktikan dengan adanya batuan atau massa besar yang mengandung magnet, misalnya biji besi dan mineral-mineral logam lainnya yang terletak dekat permukaan Bumi. Dapat juga disebabkan adanya struktur patahan yang dapat memindahkan batuan dengan sifat-sifat megnetis berbeda menjadi saling bersentuhan.


Intensitas dan sifat magnetis Bumi berbeda untuk setiap tempat dan berubah-ubah sesuai posisi Bumi terhadap Matahari. Gambar 2.3 menunjukkan medan magnetik mengitari bumi, jika bumi terisolasi dalam ruang angkasa (space).

Di atas eksosfer ada satu daerah yang menunjukkan sifat-sifat magnetik bumi dan berinteraksi dengan arus radiasi matahari yang mengisi ruang antarplanet yang disebut angin Matahari. Angin matahari berisi plasma magnetik yang renggang berupa campuran dari proton dan elektron yang dilepaskan matahari seperti yang terlihat pada Gambar 2.4. Angin matahari merupakan perluasan (extension) korona matahari hingga jarak heliosentrik, yang terjadi akibat perbedaan tekanan yang sangat besar antara plasma yang sangat panas dan dasar korona serta medium antarbintang. Angin matahari membawa medan magnet ke heliosfer yang disebar hingga planet terluar.


Gambar 2.4 Angin Matahari
                                                        (Sumber: science.howstuffworks.com)

Angin matahari berasal dari materi korona yang tidak dapat ditahan oleh gaya gravitasi matahari yang menyebabkan partikel bermuatan lepas ke ruang angkasa dengan kecepatan tinggi. Flare dan CME (Coronal Mass Ejection) mampu meningkatkan kecepatan dan kerapatan angin matahari secara tiba-tiba. Flare merupakan ledakan berkonsentrasi tinggi yang melepaskan energi di atmosfer matahari yang terlihat sebagai kilatan tiba-tiba dan tak berlangsung lama di suatu daerah di kromosfer.

CME merupakan peristiwa terlontarnya sebagian massa dari struktur korona yang disertai pelepasan energi dan medan magnet. Materi yang dilontarkan oleh CME berupa plasma yang sebagian besar terdiri dari elektron dan proton serta sejumlah kecil unsur – unsur yang lebih berat, misalnya helium, oksigen dan besi. CME melepaskan materi dengan kecepatan tinggi pada rentang 20 km/s hingga 3.200 km/s dengan kecepatan rata – rata 489 km/s. CME dapat terjadi selama beberapa jam dan melepaskan materi hingga 50 juta ton. Materi ini dilepaskan menuju medium antarplanet dan jika mengarah ke bumi maka akan mencapai bumi dalam waktu 1 – 5 hari.

Pembahasan Lebih lengkap tentang Sabuk VAN ALLEN Sebagai Perisai Bumi terdapat dalam makalah yang dapat kalian download disini

jika mau lihat-lihat tampilan isi Filenya, bisa diihat di bawah ini



Sekian  , semoga bermanfaat

Sabuk Van Allen

Pada tahun 1930, Arthur H. Compton dari Universitas Chicago memimpin tim survei radiasi di seluruh dunia. Survei ini bertujuan untuk mendapatkan intensitas radiasi di permukaan bumi pada garis lintang dan ketinggian yang berbeda-beda. Laporan survei yang diumumkan pada tahun 1933 menunjukkan bahwa pada daerah garis lintang geomagnet 50° utara maupun selatan sampai ekuator, intensitas radiasi pada permukaan laut turun kira-kira 10%. Hal ini menunjukkan kuatnya medan magnet bumi dalam memantulkan partikel-partikel yang datang. Data tersebut membuktikan bahwa radiasi partikel bermuatan berinteraksi dengan medan magnet bumi. 

Tidak semua radiasi dapat mencapai bumi. Pada saat partikel bermuatan listrik mendekati bumi, sebagian terperangkap medan magnet bumi. Eksplorasi ruang angkasa telah berulangkali dilakukan menggunakan satelit-satelit tak berawak. Salah satu penemuan menakjubkan yang berhasil diungkap oleh satelit tersebut adalah penemuan zona radiasi amat luas yang mengelilingi bumi di atas ekuator. Dalam zona radiasi itu, partikel bermuatan yang sebagian besar berasal dari matahari terperangkap oleh medan magnet bumi seperti ditunjukkan pada Gambar 2.1. Zona radiasi ini ditemukan pada tahun 1960-an oleh Dr. James A. Van Allen dan diberi nama sesuai dengan nama penemunya, yaitu sabuk Van Allen.

Sabuk Van Allen adalah pita-pita radiasi yang terdiri dari partikel-partikel bermuatan yang terperangkap dalam medan magnetik bumi (Bayong Tjasyono HK, 2013: 89). Partikel bermuatan yang terperangkap oleh medan magnet bumi ini membentuk dua sabuk radiasi, yang terdiri atas proton (sabuk sebelah dalam) dan elektron (sabuk sebelah luar). Proton memiliki massa yang lebih besar daripada elektron


sehingga proton ditarik oleh gaya gravitasi lebih kuat daripada elektron. Dengan demikian, proton berada di sabuk sebelah dalam dan elektron berada di sabuk sebelah luar. sehingga proton ditarik oleh gaya gravitasi lebih kuat daripada elektron. Dengan demikian, proton berada di sabuk sebelah dalam dan elektron berada di sabuk sebelah luar.



Sabuk pertama terjadi kira-kira pada ketinggian 1000 km dan membentang dari 30° Lintang Utara hingga 30° Lintang Selatan. Intensitas radiasi pada sabuk meningkat dengan bertambahnya ketinggian hingga mencapai maksimum pada ketinggian kira-kira 3000 km dari permukaan bumi.

Sabuk kedua terbentuk mulai ketinggian 12000 km dan mencapai maksimum pada 19000 km. Sabuk kedua ini membentang dari 60° Lintang Utara hingga 60° Lintang Selatan. Diperkirakan bahwa intensitas radiasi pada sabuk sebelah luar ini lebih tinggi dibandingkan dengan sabuk di sebelah dalam. Sabuk Van Allen memiliki ketebalan yang sama dan simetris baik pada belahan Bumi yang menghadap Matahari maupun belahan Bumi yang membelakangi Matahari. Hal tersebut karena sabuk Van Allen terletak jauh di dalam zona magnetosfer sehingga angin Matahari tidak mempengaruhi kesimetrisan dan ketebalannya.

Garis-garis gaya magnet bumi yang membentang jauh ke angkasa, menangkap partikel-partikel bermuatan yang bergerak melingkari garis-garis gaya magnet. Karena garis-garis ini paling banyak berada di daerah kutub, maka pada daerah inilah partikel bermuatan listrik menembus ke dalam atmosfer bumi dan menyebabkan suatu pertunjukkan alam yang disebut cahaya kutub atau aurora.


Seminar Fisika "Persamaan Diferensial Getaran"

Persamaan diferensial adalah suatu persamaan diantara derivatif-derivatif yang dispesifikasikan pada suatu fungsi yang tidak diketahui nilainya. Berdasarkan jumlah variabel bebasnya persamaan diferensial dibagi dalam dua kelas yaitu Persamaan Diferensial Parsial (PDP) dan Persamaan Diferensial Biasa (PDB)

Persamaan Diferensial Parsial (PDP) adalah persamaan diferensial yang menyangkut turunan parsial dari satu atau lebih variabel tak bebas terhadap satu atau lebih variabel bebas. Contoh persamaan diferensial parsial (PDP) adalah sebagai,berikut:

 









Persamaan Diferensial Biasa (PDB) adalah persamaan diferensial yang menyangkut turunan biasa dari satu atau lebih variabel tak bebas terhadap satu variabel bebas. Contoh persamaan diferensial diferensial biasa (PDB) adalah sebagai berikut:






Persamaan Diferensial Biasa terbagi atas Persamaan Diferensial Biasa Linier dan Persamaan Diferensial Biasa non Linier. 

Suatu persamaan diferensial dikatakan linier jika tidak ada perkalian antara varibel-variabel tak bebas dan turunan-turunannya. Dengan kata lain, semua koefisiennya adalah fungsi dari variabel-variabel bebas.

Sedangkan suatu persamaan diferensial yang tidak linear dalam himpunan semua variabel tak bebas secara sederhana dikatakan tak linear. Sebagai contoh dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut:


untuk penjelasan lebih lanjut tentang persamaan Diferensial Getaran bisa kalian lihat pada tampilan makalah dibawah ini, makalah Seminar Fisika yang Berjudul Persamaan Persamaan Diferensial adalah makalah yang disusun Oleh Mahasiswa FKIP UNS, Indah arsita




atau jika kalian ingin mendownload file nya bisa kalian download Disini

Sekian ,, semoga bermanfaat

Rangkuman Materi Fisika SMP kelas IX

Selamat Sore Semuanya

Disore yang menentramkan ini , Pakgurufisika akan berbagi Rangkuman materi Fisika SMP kelas 9
Rangkuman materi ini akan mempermudah kalian dalam mempelajari inti materi tiap bab, sehingga kalian lebih mudah dalam memahami materi yang ada.

Materi Fisika SMP kelas 9 meliputi bab Listrik statis, Listrik Dinamis, Elemen listrik, Energi dan Daya Listrik, Kemagnetan, Induksi Elektromagnetik, Tata surya

Silahkan kalian download Rangkuman materi Fisika SMP Kelas 9 sesuai dengan Bab nya

  1. LISTRIK STATIS
  2. LISTRIK DINAMIS
  3. Elemen Listrik
  4. Energi dan Daya Listrik
  5. KEMAGNETAN
  6. Induksi Elektromagnetik
  7. Tata Surya


atau jika kalian ingin mendownload Rangkuman Semua Materi Fisika SMP kelas 9 , bisa kalian download Disini


untuk Tampilan dan isi Rangkuman nya bisa kalian cek di bawah ini


Rangkuman materi Fisika SMP kelas VII

Selamat Siang Semuanya

Disiang yang panas ini , Pakgurufisika akan berbagi Rangkuman materi Fisika SMP kelas 7
Rangkuman materi ini akan mempermudah kalian dalam mempelajari inti materi tiap bab, sehingga kalian lebih mudah dalam memahami materi yang ada.


Materi Fisika SMP kelas 7 meliputi bab Besaran dan pengukuran, Asam basa Garam, Unsur senyawa dan Campuran, Zat dan Karateristiknya, Pemuaian Zat, Kalor, Perubahan Fisika dan Kimia, Gerak

Silahkan kalian download Rangkuman materi Fisika SMP Kelas 7 sesuai dengan Bab nya


  1. Besaran dan Pengukuran
  2. Asam basa Garam
  3. Unsur Senyawa dan Campuran
  4. Zat Karateristiknya
  5. Pemuaian Zat
  6. KALOR
  7. Perubahan Fisika dan Kimia
  8. GERAK


atau jika kalian ingin mendownload Rangkuman Semua Materi Fisika SMP kelas 7 , bisa kalian download disini

untuk Tampilan dan isi Rangkuman nya bisa kalian cek di bawah ini



Download juga
Rangkuman Materi Fisika SMP kelas VIII
atau
Rangkuman materi Fisika SMP kelas IX

Sekian, Semoga bermamfaat

Rangkuman Materi Fisika SMP Kelas VIII

Selamat Siang Semuanya

Disiang yang panas ini , Pakgurufisika akan berbagi Rangkuman materi Fisika SMP kelas 8
Rangkuman materi ini akan mempermudah kalian dalam mempelajari inti materi tiap bab, sehingga kalian lebih mudah dalam memahami materi yang ada

Materi Fisika SMP kelas 8 meliputi bab Atom ion dan molekul, Gaya dan hukum newton, Tekanan, Energi, Usaha, Getaran dan Gelombang, Cahaya, alat Optik

Silahkan kalian download Rangkuman materi Fisika SMP sesuai dengan Bab nya


atau jika kalian ingin mendownload Rangkuman Semua Materi Fisika SMP kelas 8 , bisa kalian download disini
untuk Tampilan dan isi Rangkuman nya bisa kalian cek di bwah ini



Download juga
Rangkuman Materi Fisika Kelas VII
atau
Rangkuman Materi Fisika SMP kelas IX


Sekian, Semoga bermamfaat

Rabu, 29 Juli 2015

Cara Mudah Memahami Relativitas : Kesebandingan Ruang dan Waktu

Saat menentukan ukuran panjang benda maupun jarak antara dua lokasi pasti kita akan menyebutkan nilai dan satuannya, misalnya jarak rumah ke kampus sekitar 1,6 km. Atau mungkin orang lain akan mengatakan bahwa jarak rumah ke kampus sejauh 1 mil. Disini “km” dan “mil” adalah dua besaran panjang yang memiliki dimensi yang sama yaitu [L]. Sedangkan 1 mil sama dengan 1,6 km, maka nilai 1,6 ini disebut dengan faktor kesebandingan (1 mil = 1,6 km). 
Dua besaran yang memiliki dimensi yang sama dapat dibandingkan besarnya dengan memberikan suatu faktor yang disebut dengan faktor kesebandingan. Lalu bagaimanakah dengan ruang (yang memiliki dimensi [L] ) dan waktu (yang memiliki dimensi [T]) ? dapatkah kedua besaran  yang memiliki dimensi yang berbeda tersebut disebandingkan?
Awal abad 20 seorang fisikawan kelahiran Jerman ( sebut saja Einstein) telah menyatukan (bahasa kerennya “unifikasi”) dua besaran “ruang” dan “waktu”, sehingga dimensi ruang dan dimensi waktu telah di “unifikasi” dan dinamakan dimensi “ruang dan waktu”. 
Lalu bagaimana hubungan keduanya?  Ruang ( yang memiliki satuan “meter”) dan waktu (yang memiliki satuan “sekon”) disebandingkan dengan faktor kesebandingan “c” (kecepatan cahaya) sehingga s = ct sehingga kedua ruas meiliki satuan yang sama yaitu panjang. Atau satu detik sama dengan 3.108 meter, dengan kata lain jika kita ingin menjelajahi waktu sebesar satu detik maka kita harus berpindah dalam ruang sebesar 300 juta meter atau mengelilingi bumi sebanyak 7,5 kali. Atau ketika saya pulang mudik dari Solo ke Magetan yang berjarak 100 km maka saya telah menjelajahi waktu sebesar 0,00033 detik.

Deskripsi grafik ruang dan waktu secara sederhana dapat diilustrasikan dengan grafik jarak (s) terhadap waktu (t) yang sering kita gambar di sekolah-sekolah SMA saat materi GLB


Saat benda diam sebenarnya ia bergerak, bergerak dalam dimensi waktu sedangkan benda yang bergerak dalam ruang dia juga bergerak dalam dimensi waktu, namun proyeksi terhadap dimensi waktu lebih pendek dibanding benda yang diam, bahkan untuk benda yang bergerak sangat cepat mendekati cahaya proyeksi terhadap sumbu waktu sangat pendek, hal ini sering dikenal dengan “pemuluran waktu” .
namun saat benda bergerak dengan kecepatan cahaya dia akan diam dalam sumbu waktunya, benda yang bergerak dengan kecepatan 300 juta meter per sekon memerlukan waktu satu detik dalam mengarungi ruang sepanjang 300 juta meter atau sebanding dengan satu detik, dengan kata lain akan “menjelajahi waktu “ satu sekon, sehingga waktu satu sekon untuk berpindah dalam ruang telah “dilunasi” dengan “menjelajahi waktu” sebesar satu detik hasilnya benda tersebut akan bergerak dalam ruang dan diam dalam waktu.

Oleh : Anwar Hidayat 


Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP kelas IX

Selamat pagi semuanya
Dikesempatan Kali ini Pakgurufisika ingin berbagi Kunci dan Perangkat Pembelajaran Untuk SMP.

Di dalam Kunci dan Perangkat Tersebut Terdapat Prota, Promes, Silabus Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Kunci Jawaban.

Dalam Postingan kali ini Saya akan Terlebih dahulu berbagi Kunci dan Perangkat untuk Mata Pelajaran BAHASA INGGRIS Kelas 9. Untuk Kunci dan Perangkat untuk SMP  Mata pelajaran Lain akan segera kami Update, silahkan Sering Berkunjung Ke Blog ini :)

Tampilan Kunci dan Perangkat BAHASA INGGRIS kelas IX bisa kalian lihat dibawah ini



jika kalian ingin download filenya, silahkan Download Disini

download juga
Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP untuk kelas VII
atau
Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP untuk kelas VIII

Sekian, Semoga bermanfaat

Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP kelas VIII

Selamat pagi semuanya
Dikesempatan Kali ini saya ingin berbagi Kunci dan Perangkat Pembelajaran Untuk SMP.

Di dalam Kunci dan Perangkat Tersebut Terdapat Prota, Promes, Silabus Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Kunci Jawaban.

Dalam Postingan kali ini Saya akan Terlebih dahulu berbagi Kunci dan Perangkat untuk Mata Pelajaran BAHASA INGGRIS Kelas 8. Untuk Kunci dan Perangkat untuk SMP  Mata pelajaran Lain akan segera kami Update, silahkan Sering Berkunjung Ke Blog ini :)

Tampilan Kunci dan Perangkat BAHASA INGGRIS kelas VIII bisa kalian lihat dibawah ini



jika kalian ingin download filenya, silahkan Download Disini

download juga
Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP untuk kelas VII
atau
Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP untuk kelas IX

Sekian, Semoga bermanfaat

Momentum dan Impuls

Pengertian Momentum dan Impuls

Setiap benda yang bergerak mempunyai momentum.
Momentum juga dinamakan jumlah gerak yang besarnya berbanding lurus dengan massa dan kecepatan benda.

Suatu benda yang bermassa m bekerja gaya F yang konstan, maka setelah waktu Dt benda tersebut bergerak dengan kecepatan :

Besaran F. Ddisebut : IMPULS 
sedangkan besaran m.v yaitu hasil kali massa dengan kecepatan disebut : MOMENTUM
m.vt  = momentum benda pada saat kecepatan vt
m.vo = momentum benda pada saat kecepatan vo

Momentum adalah hasil kali sebuah benda dengan kecepatan benda itu pada suatu saat.
Momentum merupakan besaran vektor yang arahnya searah dengan Kecepatannya.
Satuan dari mementum adalah kg m/det atau gram cm/det

Impuls adalah hasil kali gaya dengan waktu yang ditempuhnya. Impuls merupakan Besaran vektor yang arahnya se arah dengan arah gayanya.

Perubahan momentum adalah akibat adanya impuls dan nilainya sama dengan impuls.

                                     IMPULS = PERUBAHAN MOMENTUM

HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM

Misalkan benda A dan B masing-masing mempunyai massa mA dan mB dan masing-masing bergerak segaris dengn kecepatan vA dan vB sedangkan vA > vB. Setelah tumbukan kecepatan benda berubah menjadi vA’ dan vB’. Bila FBA adalah gaya dari A yang dipakai untuk menumbuk B dan FAB gaya dari B yang dipakai untuk menumbuk A, maka menurut hukum III Newton :

Jumlah momentum dari A dan B sebelum dan sesudah tumbukan adalah sama/tetap. Hukum ini disebut sebagai HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM LINIER.

TUMBUKAN.

Pada setiap jenis tumbukan berlaku hukum kekekalan momentum tetapi tidak selalu berlaku hukum kekekalan energi mekanik. Sebab disini sebagian energi mungkin diubah menjadi panas akibat tumbukan atau terjadi perubahan bentuk :

Macam tumbukan yaitu :

Tumbukan elastis sempurna, yaitu tumbukan yang tak mengalami perubahan energi.
Koefisien restitusi e = 1
Tumbukan elastis sebagian, yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik sebab ada sebagian energi yang diubah dalam bentuk lain, misalnya panas.
Koefisien restitusi    0 < e < 1
Tumbukan tidak elastis , yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik dan kedua benda setelah tumbukan melekat dan bergerak bersama-sama.
Koefisien restitusi   e = 0
Besarnya koefisien restitusi (e) untuk semua jenis tumbukan berlaku :

vA' ; vB' = kecepatan benda A dan B setelah tumbukan
vA ; vB = kecepatan benda A dan B sebelum tumbukan.

Energi yang hilang setelah tumbukan dirumuskan :


Tumbukan yang terjadi jika bola dijatuhkan dari ketinggian h meter dari atas lantai.
Kecepatan bola waktu menumbuk lantai dapat dicari dengan persamaan  

Kecepatan lantai sebelum dan sesudah tumbukan adalah 0.
vB = vB’ = 0
Dengan memasukkan persamaan tumbukan elastis sebagian 
diperoleh
h’ = tinggi pantulan
h =  tinggi bola jatuh.

Untuk mencari tinggi pntulan ke-n dapat dicari dengan : hn = h0 e2n 

LATIHAN SOAL MOMENTUM DAN IMPULS

1. Seorang pemain bisbol akan memukul bola yang datang padanya dengan massa 2 kg dengan kecepatan 10 m/s, kemudian dipukulnya dan bola bersentuhan dengan pemukul dalam waktu 0,01 detik sehingga bola berbalik arah dengan kecepatan 15 m/s.
  1. Carilah besar momentum awal
  2. Carilah besar momentum akhir
  3. Carilah besar perubahan momentumnya.
  4. Carilah besar impulsnya.
  5. Carilah besar gaya yang diderita bola.
2. Dua buah benda massanya 5 kg dan 12 kg bergerak dengan kecepatan masing-masing 12 m/s dan 5 m/s dan berlawanan arah. Jika bertumbukan sentral, hitunglah :
  1. Kecepatan masing-masing benda dan hilangnya energi jika tumbukannya elastis sempurna.
  2. Kecepatan masing-masing benda dan energi yang hilang jika tumbukannya tidak elastis sama sekali.
3. Massa perahu sekoci 200 kg bergerak dengan kecepatan 2 m/s. dalam perahu tersebut terdapat orang dengan massa 50 kg. Tiba-tiba orang tersebut meloncat dengan kecepatan 6 m/s. Hitunglah kecepatan sekoci sesaat (setelah orang meloncat)
Jika : a. arah loncatan berlawanan dengan arah sekoci.
         b. arah loncatan searah dengan arah perahu.

4. Benda jatuh di atas tanah dari ketinggian 9 m. Ternyata benda terpantul setinggi 1 meter. Hitunglah :
  1. Koefisien kelentingan.
  2. Kecepatan pantulan benda.
  3. Tinggi pantulan ketiga.
5. Sebuah peluru dari 0,03 kg ditembakkan dengan kelajuan 600 m/s diarahkan ppada sepotong kayu yang massanya 3,57 kg yang digantung pada seutas tali. Peluru mengeram dalam kayu, hitunglah kecepatan kayu sesaat setelah tumbukan ?

6. Bola seberat 5 newton bergerak dengan kelajuan 3 m/s dan menumbuk sentral bola lain yang beratnya 10 N dan bergferak berlawanan arah dengan kecepatan 6 m/s. Hitunglah kelajuan masing-masing bola sesudah tumbukan, bila :
  1. koefisien restitusinya 1/3
  2. tumbukan tidak lenting sama sekali
  3. tumbukan lenting sempurna. 
7. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 1½ m di atas sebuah lantai lalu memantul setinggi 0,9 m. Hitunglah koefisien restitusi antara bola dan lantai

8. Sebuah truk dengan berat 60.000 newton bergerak ke arah utara dengan kecepatan 8 m/s bertumbukan dengan truk lain yang massanya 4 ton dan bergerak ke Barat dengan kecepatan 22 m/s. Kedua truk menyatu dan bergerak bersama-sama. Tentukan besar dan arah kecepatan truk setelah tumbukan.

9. Dua buah benda A dan B yang masing-masing massanya 20 kg dan 40 kg bergerak segaris lurus saling mendekati. A bergerak dengan kecepatan 10 m/s dan B bergerak engan kecepatan 4 m/s. Kedua benda kemudian bertumbukan sentral. Hitunglah energi kinetik yang hilang jika sifat tumbukan tidak lenting sama sekali.

10. Sebuah peluru massanya 20 gram ditembakkan pada ayunan balistik yang massanya 5 kg, sehingga ayunan naik 0,2 cm setelah umbukan. Peluru mengeram di dalam ayunan. Hitunglah energi yang hilang.


Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP kelas VII

Selamat pagi semuanya
Dikesempatan Kali ini Pakgurufisika ingin berbagi Kunci dan Perangkat Pembelajaran Untuk SMP.

Di dalam Kunci dan Perangkat Tersebut Terdapat Prota, Promes, Silabus Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Kunci Jawaban.

Dalam Postingan kali ini Saya akan Terlebih dahulu berbagi Kunci dan Perangkat untuk Mata Pelajaran BAHASA INGGRIS Kelas 7. Untuk Kunci dan Perangkat untuk SMP  Mata pelajaran Lain akan segera kami Update, silahkan Sering Berkunjung Ke Blog ini :)

Tampilan Kunci dan Perangkat BAHASA INGGRIS kelas VII bisa kalian lihat dibawah ini



jika kalian ingin download filenya, silahkan Download Disini

download juga
Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP untuk kelas VIII
atau
Kunci dan Perangkat Bahasa Inggris SMP untuk kelas IX

Sekian, Semoga bermanfaat

Kunci dan Perangkat Bahasa Indonesia SMP kelas VII

Dikesempatan Kali ini Pakgurufisika ingin berbagi Kunci dan Perangkat Pembelajaran Untuk SMP.

di dalam Kunci dan Perangkat Tersebut Terdapat Prota, Promes, Silabus Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Kunci Jawaban.

Dalam Postingan kali ini Saya akan Terlebih dahulu berbagi Kunci dan Perangkat untuk Mata Pelajaran BAHASA INDONESIA Kelas 7. Untuk Kunci dan Perangkat untuk SMP  Mata pelajaran Lain akan segera kami Update, silahkan Sering Berkunjung Ke Blog ini :)

Tampilan Kunci dan Perangkat BAHASA INDONESIA kelas VII bisa kalian lihat dibawah ini



jika kalian ingin download filenya, silahkan Download Disini

download juga
Kunci dan Perangkat Bahasa Indonesia SMP untuk kelas VIII
atau
Kunci dan Perangkat Bahasa Indonesia SMP untuk kelas IX

Sekian, Semoga bermanfaat

Usaha dan Energi

Usaha adalah hasil kali komponen gaya dalam arah perpindahan dengan perpindahannya 
Jika suatu gaya F menyebabkan perpindahan sejauh x, maka gaya F melakukan usaha sebesar W, yaitu
W = usaha
F = gaya
x = perpindahan
a = sudut antara gaya dan perpindahan
BESARAN
SATUAN MKS
SATUAN CGS
Usaha (W)
joule
Erg
Gaya (F)
newton
Dyne
Perpindahan ( x)
meter
Cm

1 joule = 107 erg

Catatan : Usaha (work) disimbolkan dengan huruf besar  W
               Berat  (weight) disimbolkan dengan huruf kecil w

Jika ada beberapa gaya yang bekerja pada sebuah benda, maka usaha total yang dilakukan terhadap benda tersebut sebesar :
Jumlah usaha yang dilakukan tiap gaya,  atau Usaha yang dilakukan oleh gaya resultan.

DAYA
Daya (P) adalah usaha yang dilakukan tiap satuan waktu.

P = daya
W = usaha
t = waktu

Daya termasuk besaran skalar yang dalam satuan MKS  mempunyai satuan watt atau J/s
Satuan lain adalah :

1 HP = 1 DK = 1 PK = 746 watt    
HP = Horse power
DK = Daya kuda
PK = Paarden Kracht
1 Kwh adalah satuan energi besarnya = 3,6 .106 watt.detik = 3,6 . 106 joule

KONSEP ENERGI

Suatu sistem dikatakan mempunyai energi/tenaga, jika sistem tersebut mempunyai kemampuan  untuk melakukan usaha. Besarnya energi suatu sistem sama dengan besarnya usaha yang mampu ditimbulkan oleh sistem tersebut. Oleh karena itu, satuan energi sama dengan satuan usaha dan energi juga merupakan besaran skalar.

Dalam fisika, energi dapat digolongkan menjadi beberapa macam antara lain :
Energi mekanik (energi kinetik + energi potensial) , energi panas , energi listrik, energi kimia, energi nuklir, energi cahaya, energi suara, dan sebagainya.

Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan yang terjadi hanyalah transformasi/perubahan suatu bentuk energi ke bentuk lainnya, misalnya dari energi mekanik diubah menjadi energi listrik pada air terjun.

ENERGI KINETIK
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh setiap benda yang bergerak. Energi kinetik suatu benda besarnya berbanding lurus dengan massa benda dan kuadrat kecepatannya.

Ek : Energi kinetik
m  : massa benda
v   : kecepatan benda

SATUAN

BESARAN
SATUAN MKS
SATUAN CGS
Energi kinetik (Ek)
Joule
erg
Massa (m)
Kg
gr
Kecepatan (v)
m/det
cm/det

Usaha = perubahan energi kinetik

ENERGI POTENSIAL GRAVITASI

Energi potensial gravitasi adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena pengaruh tempatnya (kedudukannya). Energi potensial ini juga disebut energi diam, karena benda yang diam-pun dapat memiliki tenaga potensial.
Sebuah benda bermassa m digantung seperti di bawah ini

Jika tiba-tiba tali penggantungnya putus, benda akan jatuh.
Maka benda melakukan usaha, karena adanya gaya berat (w) yang menempuh jarak h.
Besarnya Energi potensial benda sama dengan usaha yang sanggup dilakukan gaya beratnya selama jatuh menempuh jarak h.
Ep = Energi potensial
w = berat benda
m = massa benda
g = percepatan grafitasi
h = tinggi benda

SATUAN


BESARAN
SATUAN MKS
SATUAN CGS
Energi Potensial (Ep)
joule
erg
Berat benda (w)
newton
dyne
Massa benda (m)
Kg
gr
Percepatan grafitasi (g)
m/det2
cm/det2
Tinggi benda (h)
m
cm

Energi potensial gravitasi tergantung dari :
  • percepatan gravitasi bumi
  • kedudukan benda
  • massa benda
ENERGI POTENSIAL PEGAS.
Energi potensial yang dimiliki benda karena elastik pegas.

                       Gaya pegas (F)  = k . x
                       Ep Pegas     (Ep) = ½ k. x2
 
k = konstanta gaya pegas
x = regangan
Hubungan usaha dengan Energi Potensial :

                                        W = DEp = Ep1 – Ep2

ENERGI MEKANIK
Energi mekanik (Em) adalah jumlah antara energi kinetik dan energi potensial suatu benda.

                                          Em = Ek + Ep

HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK.
Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan.
Jadi energi itu adalah KEKAL.

                                     Em =    Em2
                           Ek1 + Ep1  =  Ek2 + Ep2

LATIHAN SOAL USAHA DAN ENERGI

*  Sebuah benda meluncur di atas papan kasar sejauh 5 m, mendapat perlawanan gesekan dengan papan sebesar 180 newton. berapa besarnya usaha dilakukan oleh benda tersebut ?.

*  Gaya besarnya 60 newton bekerja pada sebuah gaya. Arah gaya membentuk sudut 30o dengan bidang horizontal. Jika benda berpindah sejauh 50 m. Berapa besarnya usaha ?

*  Gaya besarnya 60 newton menyebabkan benda yang massanya 15 kg (g = 10 m/s2) berpindah horizontal sejauh 10 m. Berapa besarnya usaha dan besarnya perubahan energi potensial ?

*  Berapa besar usaha jika sebuah  elevator yang beratnya 2000 N dinaikkan setinggi 80 m ? Berapa besar energi potensial elevator setelah dinaikkan ?

*  Berapa besar usaha untuk menaikkan 2 kg setinggi 1,5 m di atas lantai ? Berapa besar energi potensial benda pada kedudukan yang baru ? (g = 10 m/s2)

*  Berapa besar gaya diperlukan untuk menahan 2 kg benda, tetap 1,5 m di atas lantai dan berapa besar usaha untuk menhan benda tersebut selama 5 detik
     ( g = 9,8 m/s2)

*  Untuk menaikkan kedudukan benda yang massanya 200 kg ke tempat x meter lebih tinggi, diperlukan kerja sebesar 10.000 joule. Berapa x ? (g = 9,8 m/s2)

*  Gaya besarnya 300 newton dapat menggerakkan benda dengan daya 1 HP. Berapa besarnya kecepatan benda.

*  Berapa besar energi kinetik suatu benda yang bergerak dengan kecepatan 20 m/s, jika massa benda 1000 kg ?

*  Benda massanya 1 kg mempunyai energi kinetik besarnya 1 joule berapa kecepatan benda ?

*  Benda yang massanya 2 kg (g = 9,8 m/s2) jatuh dari ketinggian 4 m di ats tanah. Hitung besar energi potensial benda dalam joule dan dalam erg.

*  Benda massanya 5 kg, jatuh dari ketinggian 3 m di atas tanah ( g = 9,8 m/s2) Berapa energi kinetik benda pada saat mencapai tanah ?

*  Benda massanya m kg bergerak di atas papan kasar dengan kecepatan 10 m/s. Jika besarnya koefisien gesekan 0,25. Hitunglah waktu dan jarak yang ditempuh benda setelah benda berhenti (g = 10 m/s2)

*  Sebuah bom yang massanya m kg ditembakkan dengan kecepatan 600 m/s oleh meriam yang panjangnya 6 m. Berapa besar gaya yang diperlukan untuk menembakkan bom tersebut ?

*  Gaya besarnya 80 newton bekerja pada benda massanya 50 kg. Arah gaya membentuk sudut 30o dengan horizontal. Hitung kecepatan benda setelah berpindah sejauh 10 m.

*  Benda beratnya w Newton (g = 9,8 m/s2) mula-mula dalam keadaan diam. Gaya besarnya 10 newton bekerja pada benda selama 5 detik. Jika gaya telah melakukan usaha sebesar 2500 joule, berapa w dan berapa besarnya daya dalam watt dan HP.

*  Benda yang massanya 2 kg sedang bergerak. Berapa besar usaha untuk :
menaikkan kecepatan benda dari 2 m/s menjadi 5 m/s
Menghentikan gerak benda yang kecepatannya 8 m/s  (g = 9,8 m/s2)

*  Kereta api beratnya 196.000 newton bergerak dengan kecepatan 54 km/jam. Kereta api itu dihentikan oleh rem yang menghasilkan gaya gesek besarnya 6000 newton. Berapa besar usaha gaya gesek dan berapa jarak ditempuh kereta api selama rem, bekerja (g = 9,8 m/s2)

*  Sebuah batu massanya 0,2 kg ( g = 9,8 m/s2) dilemparkan vertical ke bawah dari ketinggian 25 m dan dengan kecepatan awal 15 m/s. Berapa energi kinetik dan energi potensial 1 detik setelah bergerak ?

*  Di dalam suatu senapan angin terdapat sebuah pegas dengan konstanta pegas 25.000 dyne/cm. Ketika peluru dimasukkan, per memendek sebanyak 2 cm. Hitunglah berapa kecepatan peluru ketika keluar  dari senapan itu. Gesekan peluru dengan dinding senapan diabaikan, massa peluru 5 gram.

*  Sebuah benda dijatuhkan bebas dari ketinggian 200 m jika grafitasi setempat 10 m/s2 maka hitunglah kecepatan dan ketinggian benda saat Ek = 4 Ep

*  Sebuah benda jatuh bebas dari ketinggian 78,4 m (g = 9,8 m/s2) Hitunglah keceptan benda waktu tiba di tanah ?

*  Sebuah peluru massa 10 gram mengenai paha dan menembus sedalam 3 cm dengan kecepatan 600 m/s. Hitunglah gaya yang diderita paha tersebut.

Sekian, semoga bermanfaat