Senin, 24 Agustus 2015

Mengapa Menggunakan Kacamata Hitam Biasa Lebih Berbahaya Daripada Tidak Berkacamata ?

Mata merupkan alat indra yang sangat penting. Sebagian besar informasi yang kita dapatkan melalui alat indra ini. Dengan mata kita dapat mengetahui dunia, mungkin itu kalimat pengandaian yang tepat bagi mata kita. Bayangkan jika tidak dapat melihat, mungkin kita yang terbiasa menggunakan mata akan merasa sangat tidak nyaman dan tersiksa jika hal itu terjadi.

Dahulu orang mengira kita dapat melihat benda karena mata kita mengeluarkan bulu-bulu pengindra yang panjang dan tak terlihat. Kemudian bulu tersebut menyentuh benda dan meraba benda sehingga kita dapat melihat benda tersebut. namun sebenarnya kita dapat melihat karena terdapat cahaya yang mengenai benda dan benda itu memantulkan cahaya dan memasuki mata kita. Itulah mengapa kita dapat melihat.

Sumber cahaya yang sering kita jumpai sehari-hari adalah matahari. Matahari memancarkan cahaya pada berbagai macam spektrum, Mulai spektrum inframerah, cahaya tampak, sampai dengan spektrum ultraviolet.Diantara ketiga spektrum tersebut yang memiliki energi paling besar adalah cahaya ultraviolet. 

Tetapi mata kita hanya dapat beradaptasi terhadap cahaya tampak, dan mata kita memiliki kepekaan tertinggi pada cahaya dengan panjang gelombang 550 nm (hal ini karena matahari memancarkan cahaya dengan intensitas tertinggi pada panjang gelombang 550 nm, dan mata kita telah berevolusi akan cahaya matahari ini), Atau berada pada kisaran cahaya warna hijau-kuning.




Saat intensitas cahaya tampak sangat tinggi (sangat terang ) pupil mata kita menjadi kecil sehingga cahaya yang masuk ke mata lebih sedikit, hal ini terjadi agar mata kita tidak rusak karena cahaya yang terlalu silau. Sedangkan saat redup (sore maupun malam) pupil mata kita membesar sehingga cahaya yang masuk ke mata lebih banyak, hal ini bertujuan agar mata kita dapat melihat lebih jelas pada keadaan redup.

Untuk mengatasi intensitas cahaya matahari yang tinggi pada siang hari kebanyakan orang menggunakan kacamata hitam. Tetapi juga ada yang menggunakan kacamata hitam hanya untuk trend dan agar tampak keren. Di toko-toko banyak dijual kacamata hitam dengan berbagai model, Harganya juga bervariasi, ada yang murah bahkan juga ada yang sangat mahal.

Mungkin kacamata hitam yang murah merupakan solusi yang tepat untuk melindungi mata dari sinar yang menyilaukan. Namun apakah benar begitu? Bahkan menggunakan kacamata hitam yang murahan lebih berbahaya daripada tidak menggunakan kacamata hitam sama sekali!!

Kacamata hitam dengan harga yang mahal terbuat dari bahan khusus yang dapat menyerap sinar ultraviolet. Sehingga selain dapat mengurangi intensitas cahaya tampak juga dapat melindungi mata kita dari sinar ultraviolet. Tetapi tidak begitu dengan kacamata hitam murahan, Kacamata hitam murahan hanya kaca atau plastik biasa yang berwarna hitam sehingga kacamata ini hanya mengurangi intensitas cahaya tampak tetapi tidak dapat menyerap sinar ultraviolet.

Saat kita mengenakan kacamata hitam murahan di siang hari yang terik, mata kita beradaptasi dengan cahaya tampak yang telah diredupkan oleh kacamata ini. Hal ini tentu saja menyebabkan pupil mata kita membesar. Karena pupil mata membesar maka sinar ultraviolet yang tidak diserap kacamata akan masuk ke mata dengan jumlah yang lebih besar, dan hal ini tentu berbahaya bagi mata mengingat energi sinar ultraviolet lebih tinggi dari energi cahaya tampak. 

Berbeda halnya jika kita tidak menggunakan kacamata hitam. Saat  siang hari yang terik, pupil mata kita akan mengecil. Hal ini menyebabkan cahaya ultraviolet yang masuk ke mata lebih sedikit sehingga tidak terlalu berbahaya bagi mata.

Referensi : Serway, Jewet. 2010. Physics For Scientific And Enginers With Modern Physics 8th Edition. USA: Cengage Learning 

1 comments so far

Terimakasih pak guru.. sharenya bermanfaat buat saya yang setiap hari menggunakan kacamata Wanita Minus maupun versi sunglasses dengan lensa gelap.


EmoticonEmoticon