Eksperimen Fisika "Pembuatan Alat Praktikum Modulus Puntir"

Kegiatan praktikum selalu dilakukan kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan pengumpulan informasi, dengan melakukan pengumpulan dapat diperoleh besarnya suatu besaran, dan juga diperoleh bukti yang kuantitatif. Namun dalam pengamatan suatu gejala pada umumnya belum lengkap jika belum memberikan informasi yang kuantitatif, sehingga untuk memperoleh informasi tersebut memerlukan pengukuran suatu sifat fisis, (Sumber: Soejoto dan Sustini 1983 : 1). 

Dari pengukuran itu diperoleh berbagai sumber diolah dan disintesiskan menjadi sebuah model atau teori suatu gejala alam. Agar berguna teori-teori harus menerangkan semua peristiwa alam yang dikenal waktu itu, bahkan harus dapat meramalkan berbagai hal baru yang benar tidaknya dibuktikan dengan percobaan dan pengukuran baru (Sumber: Djonoputro, 1984 : 1).

Dikesempatan kali ini, saya akan berbagi Makalah dan cara Pembuatan Alat praktikum Modulus Puntir.
Bila sebatang logam pejal dengan panjang L dan jari-jari R, salah satu ujungnya dijepit dan ujung yang lain dipuntir dengan gaya F, maka akan terjadi simpangan atau pergeseran sebesar α˚ (lihat gambar )

Besar pergeseran (α˚) untuk setiap logam berbeda-beda, tergantung koefisien kekenyalannya. Hubungan tersebut dinyatakan sebagai berikut :
( Untuk Penjabaran Bagaimana Persamaan tersebut diperoleh, Silahkan Lihat di tampilan Slide dibawah atau download di link yang sudah disediakan ).

Keterangan :

G = modulus puntir (modulus geser = koefisien kekenyalan)
g = percepatan gravitasi
R = jari-jari batang
L = panjang batang dari penjepit ke jarum petunjuk sekala
m = massa beban yang menyebabkan puntiran
α˚ = besar simpangan pada jarak L
r = jari-jari roda pemuntir
M = momen gaya
θ = sudut puntir dalam rad.


Modulus Geser atau Modulus puntir adalah bilangan yag menggambarkan perubahan benda yang elastis, atau suatu konstanta yang menyatakan besarnya gaya yang diperlukan untuk memuntir suatu bahan per satuan luas tiap satu derajat.

Di semua tempat di sepanjang batang mengalami puntiran, selain itu Saat pembebanan, batang tidak boleh melengkung karena salah satu syarat dari percobaan ini adalah di setiap bagian batang harus sama partikelnya. Kalau melengkung berarti partikel didalamnya tidak sama.

Pembuatan Alat Praktikum Modulus Puntir ini tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, namun dalam pengambilan data dan perhitungannya lah yang membutuhkan kesabaran dalam pengerjaannya. Batang yang saya Gunakan dalam Praktikum adalah batang silinder dari logam kuningan dan besi, untuk logam jenis lain tidak saya gunakan karena kesulitan dalam mendapatkannya.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian Eksperimen Fisika II ini adalah metode eksperimen. Metode penelitian ini untuk menentukan Modulus puntir suatu logam (G), dan mengetahui hubungan antara massa beban (m),jari-jari logam ( R) .jari-jari roda pemuntir (r) dengan besarnya sudut simpangan yang terjadi (α) pada panjang masing-masing titik puntiran sebuah logam.

Dalam Pembuatan alat praktikum tersebut ada beberapa alat dan bahan yang digunakan antara lain katrol kayu, batang besi, batang Kuningan , besi penjepit logam ,mistar,benang, beban , Kaca Akrilik, tang,lem akrilik, kayu, busur dan Pipa pralon. 

Berikut ini gambar alat Praktikum modulus puntir saya yang telah jadi.


Bagi yang ingin melihat lebih lengkap makalah Pembuatan alat praktikum Modulus Puntir, bisa kalian cek pada tampilan bawah ini



atau jika ada yang ingin mengunduh filenya silahkan download disini

Sekian 
Terimakasih, semoga bermamfaat
Previous
Next Post »
0 Komentar